Wisatawan Membludak, Kota Ini Imbau Agar Wisatawan Menjauh dari Lokasi Wisata

Selasa, 9 April 2019 09:15
Wisatawan Membludak, Kota Ini Imbau Agar Wisatawan Menjauh dari Lokasi Wisata

Sooperboy.com - Saat gurun di California yang tandus mulai hidup dan bunga Poppy bermekaran, hal itu malah menyebabkan kepanikan di tingkat tertinggi pemerintah daerah.

Pasalnya, wisatawan yang datang untuk berwisata dan selfie di Kota Danau Elsinore, California, Amerika Serikat, tersebut membludak, hingga menyebabkan kemacetan bermil-mil dan penuhnya tempat parkir.

Untuk mengatasi hal tersebut, seperti dikutip dari NPR, Selasa 9 April 2019, kota itu memohon kepada para pengunjung untuk menjauh "Kota kami tidak dibuat untuk orang banyak seukuran Disneyland," tulis pemerintah kota di Facebook.

Penyebab semua kekacauan ini ialah bunga Poppy. Secara khusus, bunga itu berada dalam fase super bloom, yang sering terlihat setelah musim dingin yang sangat basah.

Super bloom atau super mekar terjadi sekitar satu dekade sekali di wilayah ini, tetapi mekar ini berbeda.

"Ini adalah sesuatu yang tidak seperti apa pun yang pernah kami alami di Kota kami dan mungkin tidak akan pernah lagi," tulis kota itu.

Super bloom 2019 dikenal dengan banyak nama.

Walikota Steve Manos secara alternatif menamainya "Poppypalooza" dan "poppy apocalypse."

Manos memperkirakan 50.000 pengunjung telah datang ke kota berpenduduk 60.000 orang itu, meskipun harus menempuh jarak sekitar 90 menit berkendara dari Los Angeles atau San Diego.

Sebagian besar turis berkumpul di Walker Canyon, yang menawarkan pemandangan bunga poppy yang paling indah di lereng bukit.

Pada akhir akhir pekan, Danau Elsinore telah diinjak oleh sebanyak 150.000 orang.

"Orang-orang pingsan karena kepanasan. ada seekor anjing yang berkeliaran di ladang digigit ular," tulis salah satu media lokal.

Image result for poppy-apocalypse

Selain itu maraknya aksi selfie membuat keadaan makin kacau karena berpose pada titik yang berbahaya.

"Pengguna Instagram melakukan panjat bebas dan berebut ketika batu-batu besar terguling di belakang mereka dan ketika setiap langkah mereka menendang lebih banyak batu, mengancam ukeselamatan anak-anak atau manula yang tidak bisa menyelamatkan diri dengan cukup cepat."

Pemerintah Kota mengatakan bahwa semua staf yang tersedia dikerahnkan, bahkan anggota dewan harus melambaikan bendera untuk mengarahkan lalu lintas.

Seorang pegawai kota ditabrak mobil, kata Manos.

"Orang yang tertabrak mobil itu bangkit tertatih-tatih dan telah bekerja selama 12 jam sehari."

Karena tidak sanggup menghadapi ribuan pengunjung yang terus berdatangan, pihak kota mengatakan untuk menutup tempat wisata dengan tagar #PoppyShutdown.

"Situasi telah meningkat di luar sumber daya kami yang tersedia," kantor Balai Kota menulis, menjelaskan bahwa tidak ada angkutan tambahan atau pengunjung yang diizinkan masuk ke Walker Canyon.

Tetapi ketika mereka mencoba untuk menutup jalan, wisatawan menemukan jalan baru.

Mereka parkir di jalan raya dan melakukan apa pun untuk sampai ke bunga poppy.

"Kami tidak memiliki sumber daya untuk menutupnya," kata Manos.

Meski begitu #PoppyShutdown yang hebat telah berakhir secepat dimulai karena cuaca yang kemabli hujan.

Dengan lebih banyak hujan itu hanya bisa berarti satu hal, kata Manos: Bunga poppy akan terus berbunga.

Dan orang-orang dengan tongkat selfie mereka akan terus berdatangan.

"Tetap bertahan!" tutup ptia itu.

Baca juga:

Di Daerah Tujuan Wisata Terindah di Dunia Ini Marak Pembunuhan

Hii, Taman Wisata di Thailand Ini Bagaikan di Neraka

Wisatawan Doyan Telanjang di Angkor Wat ?

Ngeri! Seekor Cheetah Serang Mobil Rombongan Wisatawan

5 Tempat Wisata Menyeramkan Di Dunia