Viral, Gunung Es di Antartika Ini Berbentuk Persegi Panjang

Minggu, 4 November 2018 10:15
Viral, Gunung Es di Antartika Ini Berbentuk Persegi Panjang

Sooperboy.com - Gunung es yang baru-baru ini ditemukan oleh para ilmuwan NASA jadi viral di media sosial karena berbentuk persegi panjang yang sempurna.

Gunung es yang terletak di dekat bongkahan es Larsen C di Antartika itu terlihat seperti dipotong dengan hati-hati menjadi bentuk persegi panjang yang sempurna.

Seperti dilansir dari NPR, Minggu 4 November 2018, kejadian ini ternyata bisa dijelaskan secara logis, seperti yang dijelaskan oleh Alek Petty, seorang ilmuwan peneliti dengan Operasi EsBridge NASA, kelompok yang mengambil foto gurung es itu, dan berbasis di NASA Goddard Space Flight Center.

Dia mengatakan itu semacam formasi yang disebut tabular iceberg, yang terbentuk di Antartika.

Tabular iceberg yaitu gunung es lebar dan datar, panjang, yang terhubung ke daratan.

Es itu terbagi dari tepi-tepi bongkahan es dari balok-balok es yang lebih besar dan terhubung ke daratan tetapi mengambang di air, di sekitar Antartika.

Pada saat itu, pasang surut atau angin kencang bisa memecah gunung es.

Bentuk gunung tabular iceberg, melalui proses yang sedikit mirip seperti kuku yang tumbuh terlalu panjang dan retak di ujungnya.

Mereka sering berbentuk persegi panjang dan geometris, tambahnya.

Gunung es ini mungkin baru saja lahir dari lapisan es, kata NASA.

Dan bagian di atas permukaan itu kemungkinan hanya 10 persen dari total gunung es yang tersembunyi di dalam air.

Gunung es persegi panjang itu lebarnya sekitar satu mil, kata Petty, jauh lebih kecil daripada gunung es terkenal lainnya dari bongkahan es Larsen C.

Operasi NASA IceBridge, yang memantau es kutub menggunakan survei pesawat, telah berlangsung selama satu dekade.

Tapi ini adalah tahun pertama para ilmuwan juga akan melakukan survei Antartika menggunakan Ice, Cloud, dan Elevation Satellite-2.

"IceBridge dan ICESat-2 keduanya menggunakan altimeter laser yang memancarkan cahaya ke tanah dan mengukur berapa lama cahaya itu memantul es dan kembali ke sensor instrumen," kata NASA.

"Para ilmuwan kemudian dapat menghitung jarak antara pesawat atau satelit dan permukaan es, yang memberi mereka ketinggian es," tutup mereka.

Baca juga:

'Monster Ayam Tanpa Kepala' Terlihat di Laut Antartika untuk Pertama Kalinya

Pria Ini Temukan Singa Gunung Tengah Berada di Bawah Mobil SUV-nya

Pria Ini Tembak Warga Lain Saat Mengungsi dari Aliran Lava Gunung Meletus

Singa Gunung Terekam Kamera Tengah Santroni Gereja

4 Pendaki Tak Bisa Turun Gunung karena Kebanyakan Mengonsumsi Ganja