Untuk Melindungi Telur Burung di Mulutnya, Pria Ini Rela Patahkan Gigi

Jumat, 14 September 2018 13:02
Untuk Melindungi Telur Burung di Mulutnya, Pria Ini Rela Patahkan Gigi

Sooperboy.com - Untuk mencapai tujuan yang benar-benar ambisius, Anda harus gigih. Temukan setiap peluang yang muncul, ambil beberapa risiko, dan berdedikasi dalam mengejar impian Anda.

Bila perlu ikuti contoh gila dan inspiratif dari Charles Bendire, seorang prajurit pria abad ke-19 dan kolektor telur yang luar biasa.

Menurut Quartz, Jumat 14 September 2018, kisah nyata itu terjadi pada Charles Bendire, seorang tentara juga sekaligus seorang kolektor telur.

Dengan beberapa orang terkaya di zaman itu dia berhasil mengumpulkan ribuan spesimen. Bendire sendiri adalah seorang ahli burung yang berdedikasi, dan mengumpulkan sekitar 8.000 telur dalam hidupnya.

Pada tahun 1872, Bendire adalah seorang mayor di tentara AS dan tengah berpatroli di tempat yang kemudian menjadi negara bagian Arizona ketika ia melihat telur elang berekor. Ia lalu  memanjat pohon untuk mengambilnya.

Ketika melakukan itu,  Bendire ditemukan tengah berada di cabang pohon oleh anggota suku Indian. Suku Indian itu kemudian mulai menembaki dia.

Bendire lalu melakukan satu-satunya hal yang dapat dipikirkannya untuk melindungi temuan terbarunya itu: Dia meletakkan telur itu di mulutnya, turun dari pohon dan segera naik ke kudanya, dan pergi. Dia akhirnya kembali ke kamp dengan selamat.

Di sana, menurut buku konservasi burung "Oology and Ralph’s Talking Eggs,"  Bendire menemukan dia tidak bisa mengeluarkan telur dari mulutnya.

Tidak jelas persis mengapa, tapi mungkin stres karena situasi tadi membuat rahangnya tegang dan membengkak.

Sebagai perwira, Bendire lalu menginstruksikan anak buahnya, di bawah ancaman pengadilan militer, untuk membuka rahangnya. Bawahannya lalu mematahkan salah satu giginya dalam proses, tetapi berhasil dengan aman mengeluarkan telur elang itu secara utuh.

Barangkali tekad Bendire untuk melindungi telur dengan mengorbankan giginya sendiri terlihat sedikit membabi buta. Tapi Bendire jelas sangat peduli tentang ornitologi dan, mengingat minatnya, telur ini layak untuk didambakan.

Pengabdiannya yang tunggal dapat dilihat dalam cahaya yang jauh lebih mulia dengan pengetahuan bahwa telur ini bertahan hingga hari ini —dan disimpan di museum Smithsonian.

Bendire tidak akan tahu pada saat itu bagaimana telur elang berekornya mungkin berguna bagi para ilmuwan di masa depan. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, kegemaran dia untuk pengumpulan telur telah memungkinkan ilmuwan untuk melacak perubahan dalam sarang burung dan untuk mendemonstrasikan efek pestisida pada burung pemangsa.

"Nilai ilmiah dari koleksi [telur kolektor abad ke-19] dan naskah yang menyertainya sangat besar," Douglas Russell, kurator senior telur burung dan sarang di London Natural History Museum.

Cerita Bendire menunjukkan bahwa, bahkan jika itu tampak bodoh pada saat itu, tapi terlihat bermanfaat pada masa kini. Bagi Bendire, telur itu sendiri jelas layak dipertahankan meski ada pengorbanan secara pribadi.

Seandainya saja kita semua bisa memiliki gairah sepenuh hati seperti Bendire. Seorang prajurit AS abad ke-19 yang rela mematahkan giginya untuk melindungi telur yang tersembunyi di mulutnya. Itu sepadan. (eha)

Baca juga:

Tak Terima Dibayar dengan Telur Rebus, PSK Ini Hajar Pelanggannya

Kandung Kemih Pria Ini Terganjal Batu Besar Seberat Telur Burung Unta

Pria Dilarikan ke Rumah Sakit karena Masukkan 15 Telur Rebus ke Anusnya

VIDEO: Bocah Cerdik Gunakan Pistol Mainan untuk Copot Gigi Adiknya

Digigit Tikus, Pria Ini Gugat Wahana Bermain Walt Disney World