Suruh Aborsi hingga Tewas, Ayah Kremasi Putrinya di Luar Rumah Mertua

Jumat, 10 Maret 2017 13:01
Suruh Aborsi hingga Tewas, Ayah Kremasi Putrinya di Luar Rumah Mertua

Sooperboy.com - Seorang ayah yang tengah berduka, sengaja mengkremasi atau membakar jasad putrinya di luar rumah mertua anaknya. Ia mengatakan mertua anaknya itu telah "memaksa" putrinya melakukan aborsi yang kemudian menewaskan putrinya.
 
Menurut Mirror, Jumat 10 Maret 2017, Sunil Jadhav, 50 tahun, mengatakan  dia sengaja membangun kayu pembakaran jenazah di samping rumah mertua putrinya karena merasa pasangan itu bertanggungjawab secara pribadi atas kematian putrinya yang bernama Swati Jamdade itu.

Sunil mengatakan dia melakukan "pembakaran dengan rasa amarah" setelah putrinya tewas karena didesak untuk menggugurkan kandungannya oleh orang tua suami putrinya Praveen Jamdade.

Ia ingin mertua putrinya diajukan ke pengadilan, Ia mengatakan mertuanya menyuruh putrinya menggugurkan kandungan setelah tahu janin yang dikandung adalah perempuan, sementara sang mertua ingin cucu lelaki.

Alih-alih melakukan upacara tradisional, keluarga itu membakar tubuh puterinya di tepi jalan.

Saudara kandung Swati, Amar, menjelaskan, "Setiap orang ingin mengkremasi secara tepat orang yang mereka cintai agar mereka berangkat dengan ketenangan di jiwa mereka."
 
"Tapi kita tahu bahwa jiwa Swati tidak akan damai sampai mertuanya dimasukkan ke dalam jeruji penjara," kata Amar.

"Kami berharap mereka mengingat pembakaran jasad ini tiap hari sepanjang sisa hidup mereka," ujar Amar.

"Kami tidak akan berhenti sampai saudari saya mendapat keadilan," kata Amar.

Sunil mengatakan suami Swati sudah putus asa untuk mendapatkan anak pria dan sangat marah ke Swati karena sebelumnya Swati sudah melahirkan dua anak perempuan.

Suaminya terlihat menangis berjam-jam di koridor rumah sakit pada Juni 2015 saat tahu anak kedua yang dilahirkan Swati adalah anak perempuan.

Mertuanya sudah sangat putus asa mendapatkan cucu lelaki setelah tahu Swati mengadung anak ketiga yang juga perempuan.

Mertuanya diduga menyiksa Swati, dan setelah menerima hasil tes jenis kelamin janin bayi, mereka kemudian memaksa Swati untuk melakukan aborsi ilegal di sebuah klinik di sebuah desa kecil di India.

Tapi Swati meninggal tanggal 1 Maret setelah menjalani aborsi ilegal itu.

Pemilik rumah aborsi itu Babasaheb Khidrapure, 36 tahun, dan suami Swati kini telah ditahan polisi.

Tetapi keluarga Swati ingin mertua anaknya juga ditangkap karena mereka berdua menyembunyikan kebenaran kematiannya. Mereka awalnya mengatakan menantunya itu meninggal karena sakit jantung. Namun otopsi kemudian menunjukkan penyebab kematian Swati karena aborsi yang mereka suruh.

Sunil mengatakan, "Dia seorang gadis yang ceria, namun secara bertahap, dia berubah menjadi seseorang yang pendiam."

"Mereka tidak memungkinkan kami menjumpainya dan terus melecehkan dia untuk melahirkan anak laki-laki," kata Sunil.

"Jadi, kami membakar tubuh anak kami di depan rumah mereka agar mereka ingat apa yang telah mereka lakukan," ujar Sunil.

Ratusan penduduk desa menyaksikan kremasi itu di Mhaisal, sebuah desa kecil di distrik Sanglai, wilayah timur India.

Para saksi mata mengatakan mereka berdiri diam menonton api yang menyala dan tidak berani mengucapkan sepatah kata pun. Mereka merasa kemarahan keluarga itu lebih panas dari bara api.

Saat polisi menyelidiki klinik aborsi milik Khidapure, mereka juga menemukan 19 janin perempuan.

Inspektur Polisi Dhiral Patil mengatakan, "Sejauh ini kami telah menemukan 19 janin bayi perempuan, namun jumlah temuan itu mungkin akan bertambah." (eha)

Baca juga:

VIDEO: Tak Mampu Sewa Ambulans, Pria Ini Pikul Mayat Istri 10 Km

Mau Dikubur, Mayat Ini Buka Matanya dan Bangkit dari Peti Mati

Seram, Mayat Pria Ini Pergi dari Kamar Jenazah ke Diskotik

Misterius! Foto Mayat Tersimpan Di Ponsel yang Masih Tersegel

Seram! Mayat Pria ini Diawetkan Selayaknya Sedang Main Judi