Remaja Pria Ini Tidak Akan Lulus Sekolah Gara-gara Rambut

Selasa, 28 Januari 2020 10:15
Remaja Pria Ini Tidak Akan Lulus Sekolah Gara-gara Rambut

Sooperboy.com - Seorang remaja pria telah diskors dari sekolahnya dan diberitahu bahwa dia tidak akan diwisuda pada saat kelulusan karena potongan rambutnya.

Menurut The Daily Mirror, Selasa 28 Januari 2020, remaja itu bernama DeAndre Arnold, 18 tahun, dari Texas, Amerika Serikat.

Ia diberi tahu bahwa rambut gimbalnya melanggar aturan berpakaian dan diberi ultimatum untuk memotongnya atau tidak bisa berjalan melintasi panggung kelulusan sekolah menengah atas itu dengan teman-temannya.

Kebijakan di Barbers Hill High School melarang rambut yang menyentuh kerah, telinga, atau wajah. Dan dia diberitahu untuk mengubahnya selama liburan Natal jika dia ingin kembali ke sekolah.

Tapi, ibu DeAndre mengklaim rambut anaknya tidak melanggar kebijakan sekolah karena dia selalu mengikatnya.

Setelah beberapa pertemuan dengan pejabat sekolah, dan ultimatum yang tidak adil itu, DeAndre mengatakan ia memutuskan untuk tetap tidak memotong rambutnya, meski dia kemudian dihukum dan diskorsing oleh sekolah.

Tak lama kemudian DeAndre juga diberi kabar bahwa dia tidak akan bisa berjalan di atas panggung dengan teman-temannya di saat hari kelulusannya kecuali dia mematuhi kode pakaian sekolah.

Untunglah keluarga DeAndre mendukung keputusannya, bersikeras bahwa dia tidak akan memotong rambutnya.

Ayah DeAndre adalah Trinidadian, jadi rambut berada di garis depan budaya dan warisannya.

Pada Hari Martin Luther King Jr., keluarga DeAndre, sejumlah pendukung dan aktivis termasuk Ashton Woods dari Black Lives Matter berkumpul untuk berpidato di hadapan dewan sekolah.

Ashton mengatakan kepada dewan sekolah: "Kode aturan pakaian dirancang oleh orang kulit putih untuk orang kulit putih dan merusak tubuh kulit hitam".

Gary Monroe dari United Urban Alumni Association juga mengatakan: "DeAndre (dan) keluarganya tidak harus melalui ini. Tapi saya harapkan dari dewan sekolah memiliki kebijakan pandangan tentang keberagaman."

Baik dewan sekolah dan Greg Poole, pengawas sekolah, menolak banding tersebut dan mengklaim bahwa masalah mereka tidak diajukan terhadap rambut gimbal DeAndre, tetapi karena panjang rambutnya.

Greg mengklaim: "Tidak ada kebijakan kode berpakaian yang melarang penggunaan cornrow atau model rambut lainnya. Kebijakan kami membatasi panjangnya. Sudah seperti itu selama 30 tahun."

Tapi DeAndre tidak menyerah di sana. Dengan bantuan para pendukung dan keluarganya, mereka berencana membawa dewan sekolah ke pengadilan jika selama 48 jam ke depan pihak sekolah  tidak menawarkan solusi.

Ayah DeAndre berkata, "Saya membela siapa pun yang mengganggu anak saya. Dia punya hak. Yang dia ingin lakukan hanyalah lulus sekolah." (eha)

Baca juga:

Baru 16 Tahun, Remaja Pria Ini Lulus SMA dan Universitas Harvard Bersamaan

Buktikan Kebohongan Pemain Bola, Bocah 10 Tahun Jadi Juara Sains di Sekolah

Protes Larangan Bawa Tas oleh Sekolah, Siswa Pria Ini Bawa Buku dalam Microwave

Pria Ini Donorkan Ginjalnya ke Teman Sekolahnya di SD

Veteran Perang Dunia ke-II Ikut Wisuda Kelulusan SMA di Usia 94 Tahun