Puluhan Orang Berkumpul di Gerbang Area 51, Tapi Mereka Belum Menemukan Alien

Senin, 23 September 2019 10:14
Puluhan Orang Berkumpul di Gerbang Area 51, Tapi Mereka Belum Menemukan Alien

Sooperboy.com - Sekitar 75 orang tiba pada Jumat pagi lalu di sebuah gerbang pangkalan militer Area 51 yang dulunya dirahasiakan di gurun Nevada, Amerika Serikat.

Mereka berkumpul pada waktu yang ditentukan oleh seruan di Internet untuk "menyerbu" fasilitas militer itu, guna melihat alien dan pesawat UFO yang diduga disembuyikan oleh pemerintah AS.

Menurut Huffington Post, Senin 23 September 2019, undangan "Strom Area 51" melahirkan tumpukan orang di kota kecil Rachel dan Hiko di Nevada yang berdekatan dengan lokasi militer itu. Jarak kedua kota itu lebih dari dua jam perjalanan dari kota Las Vegas.

Sheriff Daerah Lincoln, Kerry Lee, memperkirakan pada Kamis malam sekitar 1.500 orang telah berkumpul di dua lokasi itu  dan mengatakan lebih dari 150 orang juga melakukan perjalanan beberapa mil tambahan  agar bisa melakukan selfie di pintu gerbang Area 51.

Seorang fotografer menyatakan belum jelas, apakah seorang wanita yang mulai merunduk di bawah gerbang dan seorang pria yang buang air kecil di dekatnya ditangkap setelah kerumunan itu berkumpul sekitar pukul 3 sore di hari Jumat.

Lee menjadwalkan briefing media akan dilakukan pada Jumat pagi nanti.

Jutaan orang telah menanggapi sebuah unggahan di Internet pada bulan Juni lalu yang menyerukan agar orang-orang menyerbu tempat uji coba Angkatan Udara A.S. yang telah lama menjadi fokus sorotan teori konspirasi tentang keberadaan UFO dan alien yang disembunyikan pemerintah AS.

"Mereka tidak bisa menghentikan kita semua," tulis unggahan itu. "Mari kita melihat alien."

Militer menanggapi dengan peringatan keras bahwa kekuatan mematikan dapat digunakan jika ada orang memaksa masuk Daerah Uji dan Pelatihan Nevada, dan pejabat lokal dan negara bagian mengatakan penangkapan akan dilakukan jika ada orang yang nekat mencoba menerobos masuk.

"Itu tanah publik," kata sheriff. "Mereka diizinkan pergi ke gerbang, selama mereka tidak melewati batas."

Sebuah kelompok musik bernama Wily Savage mendirikan panggung hiburan pada Kamis di dekat penginapan Little A'Le'Inn di Rachel, dan mulai bermain musik setelah gelap, untuk beberapa ratus orang peserta perkemahan yang berani menghadapi suhu malam sekitar 7 Celcius.

Daniel Martinez, 31 tahun, seorang pedagang kartu koleksi Pokemon dari Pomona, California, adalah orang pertama yang berputar dan menari di tempat festival darurat yang berdebu itu.

"Di sini ada ruang terbuka yang besar untuk orang-orang," katanya. “Satu orang memulai sesuatu dan menularkan semua orang dengan energi positif. Apa pun bisa terjadi jika Anda memberi tempat kepada orang-orang," ujarnya.

Acara hiburan ini mengawali acara akhir pekan yang juga menampilkan pertemuan Jumat dan Sabtu di toko suvenir Pusat Penelitian Alien di Hiko.

Pemilik toko George Harris mengatakan akan fokus pada musik, film, dan pembicaraan tentang pengetahuan makhluk luar angkasa.

Pihak berwenang melaporkan tidak ada insiden serius terkait festival yang dijadwalkan hingga hari Minggu. Kota Hiko dan Rachel berjarak sekitar 45 menit berkendara,  terpisah di jalan negara yang disebut Jalan Tol Extraterrestrial, dan dua jam perjalanan dari Las Vegas.

Sebelumnya, ketika anggota band Wily Savage membantu mendirikan bingkai kayu untuk sebuah panggung, gitaris Alon Burton mengatakan dia melihat kesempatan untuk tampil bagi orang-orang yang mencari alien di lokasi di mana mereka harus dilihat.

"Itu dimulai sebagai lelucon, tapi itu bukan lelucon bagi kita," katanya. “Kami tahu orang-orang akan keluar. Kami hanya tidak tahu berapa banyak."

Michael Ian Borer, seorang sosiolog University of Nevada, Las Vegas, yang meneliti budaya pop dan aktivitas paranormal, menyebut perayaan yang dipicu oleh seruan di Internet ini merupakan “perpaduan yang sempurna antara minat terhadap alien dan supranatural, konspirasi pemerintah, dan keinginan untuk mengetahui apa yang kami tidak tahu. "

Hasilnya, kata Borer, adalah "harapan dan ketakutan" untuk acara yang mencakup "Area 51 Basecamp" yang menampilkan musik dan film di Hiko, serta festival musik di Rachel dan Las Vegas yang bernama "Alienstock."

"Orang-orang ingin menjadi bagian dari sesuatu, untuk menjadi yang terdepan," kata Borer. “Area 51 adalah tempat di mana orang biasa tidak bisa masuk."

Eric Holt, manajer kedaruratan kota Lincoln County, mengatakan dia yakin pihak berwenang dapat menangani 30.000 pengunjung di kedua acara tersebut. Namun, para penduduk setempat  bersiap menghadapi masalah setelah jutaan orang merespons posting Facebook “Storm Area 51” beberapa minggu yang lalu.

"Mereka berkemah di padang pasir untuk bersenang-senang," kata Joerg Arnu, seorang penduduk kota Rachel yang dapat melihat festival itu dari rumahnya.

Menurutnya, mereka yang mengenakan celana pendek dan sandal jepit tidak akan menemukan perlindungan terhadap "makhluk berbisa seperti ular dan kalajengking."

“Ini akan menjadi dingin di malam hari. Mereka tidak akan menemukan apa yang mereka cari, dan mereka akan marah," kata Arnu.

Administrasi Penerbangan Federal menutup jalur penerbangan di wilayah udara di dekatnya, meskipun jet Angkatan Udara dapat terdengar di langit yang bermandikan sinar matahari, bersama dengan ledakan sonik sesekali. (eha)

Baca juga:

Setengah Juta Orang Bersiap Geruduk Area 51, Markas Alien di AS

Serbu Markas Alien di "Storm Area 51," Pengunjung Bakal Sulit Akses Internet

Korban Penculikan Alien Akhirnya Angkat Bicara Setelah 40 Tahun Bungkam

'Alien' Chernobyl Terbunuh Secara Misterius di Dekat Kota Nuklir Rusia

Mantan Prajurit AS Mengaku Pernah Mengubur Logam Sisa Pesawat Alien