Problem dalam Pernikahan Bisa Berakibat Buruk pada Kesehatan Pria

Rabu, 11 Oktober 2017 15:02
Problem dalam Pernikahan Bisa Berakibat Buruk pada Kesehatan Pria

Sooperboy.com - Jangan meremehkan persoalan dalam kehidupan pernikahan. Sebab, hal itu bisa berakibat buuk bagi kesehatan pria.

Menurut New York Post, Rabu 11 Oktober 2017, itulah penemuan terbaru dari sebuah studi tentang problem kesehatan pria dalam pernikahan.

Hubungan yang naik-turun antara pasangan suami-istri dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol jahat, dan berat badan yang naik atau turun serta penyakit jantung pada pria, dibandingkan pria yang hubungan pernikahannya lebih stabil.

Bila kondisi pernikahan semakin memburuk, maka tekanan darah dan kolesterol pada pria juga semakin memburuk.

Tapi, ketika hubungan pria dengan istri mereka lebih baik, maka tekanan darah dan tingkat kolesterol juga membaik.

Sebuah studi terbaru menunjukkan pernikahan yang berjalan baik bisa mengakibatkan kesehatan yang lebih baik dan harapan hidup yang lebih lama bagi seorang pria.

Tapi, belum jelas apakah hubungan yang teramati ini dipengaruhi oleh kesehatan pria sebelum memutuskan menikah,  ataukah merupakan efek samping dari pernikahan itu sendiri.

Namun, sebagian besar penelitian melihat kualitas pernikahan memiliki kaitan dan risiko penyakit kardiovaskular (CVD).

Jadi, peneliti dari universitas Bristol dan Glasgow di Inggris melacak perubahan faktor risiko kardiovaskular pada 620 pria yang sudah menikah yang mengambil bagian dalam Studi Longitudinal Avon untuk Orang Tua dan Anak-anak (ALSPAC), yang dimulai pada tahun 1991.

Para ayah diminta mengisi kuesioner untuk menilai kualitas hubungan perkawinan mereka ketika anak mereka berusia tiga tahun dan saat anak mereka berusia sembilan tahun.

Kualitas hubungan didefinisikan secara konsisten baik, konsisten buruk, membaik, atau memburuk.

Tekanan darah para ayah, denyut jantung, berat badan, profil lemak dalam darah, dan kadar glukosa kemudian diukur antara tahun 2011 dan 2013 saat anak mereka berusia hampir 19 tahun.

Ini untuk memberi waktu bagi perubahan faktor risiko kardiovaskular yang terjadi, sesuai dengan kualitas hubungan.

Peneliti Dr. Ian Bennett-Britton dari School of Social and Community Medicine, University of Bristol, mengatakan: ""Ini adalah studi pertama yang menilai hubungan antara ukuran kualitas hubungan perkawinan dan berbagai faktor risiko CVD selama dua dekade.

"Secara keseluruhan, di antara pria menikah hanya ada manfaat yang sangat sederhana dalam hal faktor risiko CVD, ketika membandingkan pria dengan hubungan yang terus-menerus baik atau memburuk.

Hubungan yang memburuk, di sisi lain, dikaitkan dengan tekanan darah diastolik yang memburuk (2,74 mmHg lebih tinggi).

Bennett-Britton menambahkan: "Secara tradisional, efek menguntungkan dari status perkawinan dianggap dimediasi oleh seleksi kesehatan,  status sosial ekonomi, atau mekanisme psikososial.

"Kami menggunakan sebuah pertanyaan mengenai status perkawinan sebagai penanda kemitraan jangka panjang.

"Hal ini penting karena tren perkawinan dan kestabilan di negara maju telah berubah secara substansial dalam 50 tahun terakhir, dengan waktu berkumpul bersama di Inggris tumbuh dua kali lipat antara tahun 1996 dan 2012.

"Perubahan kualitas hubungan perkawinan tampaknya berkaitan dengan risiko CVD.

"Pada tahap ini, tidak jelas apakah pola ini akan tercermin dalam tingkat penyakit yang sebenarnya karena mereka masih tergolong muda.

"Dengan mengasumsikan hubungan kausal, maka konseling pernikahan untuk pasangan dengan hubungan yang memburuk mungkin telah menambahkan manfaat dalam hal kesehatan fisik melebihi kebutuhan psikologis, meskipun dalam beberapa kasus, mengakhiri hubungan mungkin adalah pilihan terbaik."

Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology & Community Health BMJ.

Jadi, jangan remehkan masalah rumah tangga Anda. Sebab, hal itu bisa berakibat buruk bagi kesehatan seorang pria. (eha)

Baca juga:

Pria Poligami Berisiko Lebih Tinggi Terkena Serangan Jantung

Pria Sekarang Lebih Lemah dari 30 Tahun Lalu

Hampir 80 % Pria Korea Selatan Lakukan Kekerasan ke Pacar

Gaji Istri Lebih Tinggi Tak Baik bagi Kesehatan Pria

Banyaknya Wanita Membuat Pria Lebih Suka Berkelahi