Pria yang Menikahi Guru SMA-nya Itu Terpilih Jadi Presiden Perancis

Senin, 8 Mei 2017 12:47
Pria yang Menikahi Guru SMA-nya Itu Terpilih Jadi Presiden Perancis

Sooperboy.com - Emmanuel Macron, pria yang mengejutkan publik dunia karena memilih menikahi guru SMA-nya, memenangkan pemilihan presiden pada hari Minggu kemarin. Ia mengalahkan kandidat nasionalis kanan Marine Le Pen yang ingin Perancis keluar dari Uni Eropa.

Menurut New York Times, Senin 8 Mei 2017, Macron, 39 tahun, akan menjadi presiden termuda dalam sejarah Republik Perancis setelah suaranya tak bisa lagi dikejar oleh pesaingnya.

"Ini adalah sebuah kehormatan besar dan tanggungjawab besar," kata Macron, dalam sebuah tautan video yang ditonton ribuan pendukungnya yang berkumpul di Plaza Louvre, ketika merayakan kemenangannya.

Dengan angka partisipasi pemilih mencapai 90 persen, Macron mendapat suara 64 persen. Sementara politisi kanan konservatif Le Pen hanya mendapat 36 persen.

Seperti diberitakan sebelumnya, kisah cinta Macron dan istrinya barangkali adalah salah satu kisah cinta yang mustahil terwujudkan. Di beberapa negara, hubungan ini kerap dituding melanggar norma sosial. Namun, Emmanuel Macron, 39 tahun, tetap nekat menikahi mantan guru perempuannya yang lebih tua 25 tahun dari usianya.

Emmanuel Macron jatuh cinta pada guru SMA-nya sejak dia menjadi seorang siswa sekolah menengah atas. Ia pun bersumpah untuk menikahinya. Dan kandidat terkuat Calon Presiden Perancis itu memenuhi sumpahnya itu.

Pasangan ini sekarang  akan menjadi presiden dan ibu negara Perancis berikutnya. Namun kemenangan Emmanuel Macron di putaran pertama pemilihan umum Perancis sebelumnya telah memicu keingintahuan global terhadap Brigitte Trogneux, istrinya yang juga mantan gurunya itu.

Macron yang sekarang berumur 39 tahun, bertemu dengan Trogneux yang sekarang berusia 64 tahun, ketika dia bersekolah di sekolah menengah atas di kota Amiens, Perancis bagian Utara. Pada saat dia berumur 17 tahun dia sudah berjanji akan menikahi gurunya.

Tapi orangtua Macron tidak menyetujui roman percintaan antara anaknya dengan gurunya itu. Apalagi Trogneux saat itu sudah menikah dan memiliki tiga orang anak. Ayahnya sempat meminta Trogneux mundur dari kehidupan anaknya sampai anaknya berusia 18 tahun.

"Saya tidak bisa menjanjikan apa pun," kata Trogneux sambil menangis, seperti dikutip dari buku berjudul "Emmanuel Macron: A perfect young man" yang ditulis Anne Fulda.

Tidak dijelaskan kapan roman percintaan itu terjadi antara keduanya.

"Tidak ada yang tahu kapan cerita kami berubah menjadi sebuah kisah cinta. Itu milik kami berdua. Itu adalah rahasia kami," kata Trogneux seperti dikutip dari buku itu.

Macron sendiri akhirnya menikahi kekasih lamanya itu pada tahun 2007, setelah Trogneux resmi bercerai. Macron saat itu berusia 29 tahun sementara istrinya berusia 54 tahun.

Tapi sebelum menikahi kekasihnya itu, Macron telah mendapat restu dari tiga anak Trogneux yang sudah beranjak dewasa.

"Ketika dia memutuskan hendak menikahi ibu saya, karena dia mengatakan akan menikahinya, dia datang menemui kami dan mengatakan bahwa dia ingin menikahi ibu kami," kata putri Trogneux, Triphaine Auziere ke BFMTV.

Namun Philippe Benson, sahabat dari pasangan itu, mengakui tidak semua orang bisa menerima hubungan asmara itu.

"Mereka berdua harus menghadapi tatapan bermusuhan, bahkan keengganan keluarga masing-masing dan juga pandangan masyarakat tentang pernikahan berbeda usia," kata Besson ke BFMTV. "Apalagi si wanita lebih tua, itu mengundang kecurigaan."

Mengapa negara Perancis tidak terlalu peduli pada hubungan cinta beda usia itu? Hubungan semacam itu di negara lain mungkin akan berpengaruh besar pada kampanye politik seorang kandidat presiden, namun kebanyakan orang Perancis tidak peduli.

"Pada dasarnya itu bukan masalah," kata koresponden CNN Paris, Jim Bitterman. "Anda harus bertanya mengapa Amerika membesar-besarkan masalah itu. Apakah hal itu mempengaruhi cara mereka memerintah?"

Bahkan, kata Bitterman, hubungan Macron dengan istrinya justru membantu penguatan profil kandidat terkuat Presiden Perancis itu.

Maka, siapa bilang cinta itu tidak buta? Siapa bilang pula cinta yang buta tak bisa membawa Anda menjadi orang nomer satu di negara kuat macam Perancis? (eha)

Baca juga:

Calon Terkuat Presiden Perancis Itu Menikahi Guru Sekolahnya

Bernard, Pria Perancis Pemberi Nama 'Jokowi'

Kritik Makanan Istana, Menteri Perancis Di-'bully'

Selingkuh, Presiden Perancis Diminta Mundur

Julie Gayet Selingkuhan Presiden Perancis