Pria Penganut Bumi Datar Tunda Peluncuran Roket, Ini Alasannya

Senin, 27 November 2017 11:19
Pria Penganut Bumi Datar Tunda Peluncuran Roket, Ini Alasannya

Sooperboy.com - Langit biru di atas Gurun Mojave, agaknya masih belum tersentuh oleh roket Mike Hughes.

Semula, dia telah merencanakan untuk meluncurkan dirinya sendiri bersama  roketnya hari Sabtu kemarin di Amboy, California. Namun Bureau of Land Management (BLM) atau Biro Manajemen Lahan memasang rintangan yang signifikan untuk usaha itu.

Menurut National Public Radio, Senin 27 November 2017, Mike Hughes, 61 tahun, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir limusin dan memproklamirkan diri sebagai pendukung teori Bumi datar, mengumumkan bahwa ia harus menunda rencananya untuk meluncurkan dirinya setinggi 1.800 kaki atau 568 meter dalam roket buatannya sendiri.

Peluncuran tersebut, yang dia yakini sebagai langkah awal penting untuk memotret dan membuktikan bahwa Bumi itu datar dari ruang angkasa, telah dijadwalkan pada hari Sabtu kemarin. Namun Biro Manajemen Lahan atau BLM California melarang dia untuk menggunakan lahan publik di Amboy, California, untuk peluncuran roketnya.

Dalam sebuah pengumuman di YouTube, dia mengatakan dia akhirnya berhasil membuat roket peluncur. Namun, masalah izin negara federal yang semula dianggap persoalan kecil ternyata malah menjadi batu sandungan yang lebih serius.

Menurut Hughes, BLM "memberitahu saya bahwa mereka tidak mengizinkan saya melakukan peluncuran di situ. Setidaknya di lokasi itu."

Hughes menegaskan bahwa BLM tahun lalu secara diam-diam telah melemparkan soal perizinan kepada Federal Aviation Administration, dan "tentu saja, mereka tidak dapat menyetujuinya dengan jujur," tambahnya. FAA "hanya berkata, 'Nah, kita tahu bahwa Anda akan melakukannya di sana.' "

Ternyata BLM tidak puas dengan penjelasan tersebut, terutama setelah media massa ramai-ramai melaporkan rencana peluncuran roket untuk khalayak nasional dan internasional.

"Seseorang dari kantor kami lepas tangan setelah melihat beberapa artikel berita ini (tentang peluncurannya), karena itu adalah berita untuk mereka," kata juru bicara agen tersebut kepada The Washington Post, seraya menambahkan bahwa Hughes tidak mengajukan permohonan ke kantor BLM setempat untuk izin yang diperlukan.

"Jadi, ternyata ini bukan hal yang baik," kata Hughes.

Meski begitu, Hughes belum menyerah dalam usahanya untuk meluncurkan dirinya dengan kecepatan 500 mph atau 804 km per jam dalam penerbangan sejauh satu mil melintasi langit di atas Gurun Mojave.

Dia mengatakan telah menemukan lahan properti pribadi di dekat lokasi peluncuran awalnya. Itu menurutnya pada akhirnya bisa mengantisipasi lokasi lepas landas roketnya.

Bagi Hughes,  ini bukan roket pertama buatannya. Pada tahun 2014, pria 61 tahun itu terbang seperempat mil melintasi padang pasir Arizona dengan roket buatannya sebelum akhirnya dia mengalami cedera yang membuatnya tak bisa berjalan selama dua minggu.

Dia juga berharap peluncuran roket ini tidak akan menjadi usaha terakhirnya. Sebab dia amat percaya bahwa Bumi ini datar setelah "melakukan riset selama beberapa bulan."

Hughes juga telah melihat peningkatan yang nyata dalam kontribusi penggalangan dana terhadap proyek roketnya. Dan dia memiliki rencana besar, dengan harapan akhirnya meluncurkan dirinya ke luar angkasa, di mana dia yakin bisa membatalkan teori ilmiah yang mendahului NASA paling tidak 2.300 tahun lalu bahwa Bumi ini bulat.

"Saya tidak percaya pada sains," kata Hughes  awal bulan ini. "Saya tahu tentang dinamika aerodinamika dan fluida dan bagaimana segala sesuatu bergerak melalui udara, sekitar ukuran nosel roket tertentu, dan dorongan, tapi itu bukan sains, itu hanya sebuah rumusan. Tidak ada perbedaan antara sains dan fiksi ilmiah."

Untuk saat ini, misinya untuk membuktikan Bumi ini datar masih harus menunggu.

"Ini sangat mengecewakan...," katanya. (eha)

Baca juga:

Ingin Buktikan Bumi Ini Datar, Pria Ini Luncurkan Roket Buatan Sendiri

Percaya Bumi Ini Datar, Rapper B.o.B Asal AS Galang Dana

Pria dengan 'Indera Keenam' Ramalkan Tsunami Besar Akan Hantam Asia

Setelah Meleset, Pria Ini Kembali Ramalkan Kiamat di Bumi Terjadi Bulan Depan

Mayat Kembali Hidup Saat Akan Dikebumikan