Pria Miliader Sembunyikan Kekayaan demi Kupon Makanan Gratis

Minggu, 11 September 2016 10:23
Pria Miliader Sembunyikan Kekayaan demi Kupon Makanan Gratis

Sooperboy.com - Sebuah skandal besar terkuak di Amerika Serikat pekan ini. Seorang miliader bernama Ali Pascal Mahvi, menyembunyikan kekayaannya, demi mendapat kupon makanan dan berobat gratis. Dan itu sudah dia lakukan dua tahun terakhir ini.

Menurut investigasi stasiun televisi WKYC, Minggu 11 September 2016, ketika dijumpai di rumahnya, Ali Pascal Mahvi nampak berjalan di teras rumahnya yang luas di Russel Township, Ohio, Amerika Serikat.

Di rumahnya ada tangga batu yang mengarah ke pintu depan dan serambi rumah. Halaman juga ditumbuhi rerumputan di tanah seluas 6 akre atau 24.280 meter persegi.

Ia terlihat berhenti sebentar di depan lukisan cat minyak ayahnya, seorang mantan pangeran dari Iran.

Mahvi kemudian keluar ke teras batu di mana dia menunjukkan kolam renangnya yang tidak dia gunakan selama dua tahun terakhir. Dan ia mengatakan setidaknya membutuhkan uang sebesar U$ 20.000 atau sekitar Rp 264 juta untuk perbaikan.

Ia juga memiliki garasi untuk empat mobil. Ada dua mobil sport yang terparkir di garasi itu, yakni BMW dan Lexus.

Dengan kondisinya itu, Mahvi bersikeras bahwa dia berhak mendapat kupon makanan gratis untuk dia beserta istri dan tiga anaknya yang sudah dewasa, selama dua tahun terakhir.
 
"Dari luar, saya memang terlihat hidup seperti seorang raja. Tapi saya meyakinkan Anda, saya tidak begitu," kata Mahvi, 65 tahun. "Saya harus memberi makanan untuk keluarga saya."

Rumahnya sendiri ditaksir senilai lebih dari U$ 800 ribu atau Rp 10 miliar. Dan dia mengaku memiliki aset sebesar U$ 120 juta atau Rp 1,5 triliun. Tapi aset itu berasal dari 70 persen saham properti dia di resot St. Lucia yang dia bangun bersama ayahnya bertahun-tahun lalu. Tapi dia tak bisa menjual sahamnya.  Nilainya sekarang jatuh. Tak ada bank yang mau meninjamkan dia uang.

"Hidup itu naik dan turun tetapi, selama Anda masih berdiri tegak, dengan bantuan Tuhan, Anda akan bertahan...," katanya.

Itulah juga mengapa dia mengklaim bisa bertahan dari penyelidikan polisi dari dakwaan dia menyembunyikan kekayaannya untuk mendapat kupon makanan gratis yang dibayar U$ 300 atau Rp 3,9 juta setiap bulannya, termasuk juga biaya berobat gratis Medicaid yang membantunya membayar tagihan rumah sakit ketika dia mendapat serangan jantung bulan Juni lalu.

"Saya bukan penerima kupon makanan yang khas... tidak sama sekali," katanya.

Ia juga mengaku bukan seorang kriminal. Mengapa, katanya, harus mempertaruhkan risiko demi hal yang kecil?

"Tidak masuk akal," katanya, tentang penyelidikan pada dirinya. "Sama sekali tidak masuk akal."

Cerita tentang Mahvi menarik perhatian publik pekan ini ketika sebuah penyeldikan yang digelar Dinas Pelayanan Geauga County Jobs and Family Services diungkap oleh sherif dan jaksa setempat.

Rumahnya pekan lalu digerebek dalam rangka penyelidikan hukum. Mereka berpendapat Mahvi menyembunyikan aset kekayaannya untuk memperoleh bantuan sosial dari pemerintah buat orang miskin.
 
Belum ada dakwaan yang dikenakan pada Mahvi. Jaksa sendiri diharapkan akan mengenakan dakwaan pencurian dan penyalahgunaan dana.

Mahvi mengaku bangkrut. Ia mengaku hanya punya simpanan sebesar U$ 800 atau Rp 10 juta di bank. Dia juga ditimbuni banyak utang setelah usaha bisnisnya gagal. Juga gugatan hukum yang dilayangkan bekas investor lamanya.
 
Kekayaan yang tersisa hanyalah rumah senilai U$ 800.000. Ia juga mengaku sudah menjual semua perhiasan istrinya.

Ia akhirnya meminta kupon makanan gratis sejak tahun 2014 sebagai usaha terakhir. Tunjangan itu distop tahun ini, katanya, setelah anaknya mendapat pekerjaan dan bisa membantu beban keluarga.

Menurut berita lama, Ali Pascal Mahvi adalah anak Abolfath Mirza Mahvi, Pangeran Kerajaan Iran dan pendiri M. Group Resort, sebuah perusahaan pembangunan resot.

Ali Pascal Mahvi sendiri pernah mengembangkan  Jalouise Plantaion Resort dan The Jalouise Enclave, yang menjadi situs warisan dunia UNESCO. Prestasi dan silsilahnya bisa dilihat di profil dia di LinkedIn.com.

Jaksa Geauga County, James Flaiz, mengatakan Mahvi adalah seorang penipu yang menipu sistem bantuan sosial pemerintah yang dibuat untuk membantu orang miskin.

"Sungguh keterlaluan melihat situasi di mana seseorang tinggal di rumah hampir senilai satu juta dolar, punya istal kuda, mengendarai mobil mewah, memiliki jutaan dolar di rekening bank luar negeri, dan di sini menerima bantuan sosial," kata Flaiz.

Menurut penyelidikan Geauga County, keluarga ini paling sedikit memiliki 14 rekening bank dengan nilai total kekayaan sebesar lebih dari U$ 4,2 juta  dolar atau Rp 55 miliar. Tapi kekayaan itu disembunyikan sedemikian rapi agar keluarga itu mendapat bantuan sosial dari pemerintah.

Detektif  yang menyelidiki kasus ini, menemukan bukti kuat selama 23 bulan --sejak Maret 2014 sampai Februari 2016-- saat keluarga Mahvi menerima bantuan sosial berupa kupon makanan dan Medicaid.

Mereka menemukan catatan keuangan keluarga kaya itu, di antaranya pembayaran cicilan hipotek rumah sebesar U$ 4.600, U$ 567 dolar buat biaya pulsa telepon seluler, U$ 200 untuk makanan di restoran lokal, dan U$ 350 buat TV kabel.
 
Mahvi tidak menyangkal pengeluaran itu. Tetapi dia berkeras gaya hidupnya sama seperti orang kebanyakan.

"Itu hak kita untuk mendapatkan (kupon makanan) dan saya memintanya," katanya. "Jika orang tak suka sistem ini, maka ubahlah," jawabnya enteng. (eha)