Pria Ini Mendonorkan Darah Selama 60 Tahun dan Menyelamatkan 2,4 Juta Nyawa

Minggu, 24 Juni 2018 01:10
Pria Ini Mendonorkan Darah Selama 60 Tahun dan Menyelamatkan 2,4 Juta Nyawa

Sooperboy.com - Seorang pria Australia yang setiap minggu mendonorkan darah selama 60 tahun mengumumkan pensiun dari kegiatan amal tersebut di usianya yang memasuki angka 81 tahun.

Pria yang dikenal sebagai 'Man With the Golden Arm' itu telah menyelamatkan nyawa 2,4 juta bayi lewat darahnya.

Seperti dikutip dari CNN, Minggu 24 Juni 2018, darah pria bernama James Harrison itu diketahui memiliki anti-bodi yang unik dan dapat melawan penyakit rhesus.

Penyakit ini adalah kondisi di mana darah seorang wanita hamil benar-benar menyerang sel-sel darah bayi yang belum lahir.

Dalam kasus terburuk, dapat menyebabkan kerusakan otak atau kematian bayi.

Kondisi ini berkembang ketika seorang wanita hamil memiliki darah rhesus-negatif (RhD negatif) dan bayi di rahimnya memiliki darah rhesus positif (RhD positif) yang diwarisi dari ayahnya.

Harrison mulai mendonorkan darahnya kerika dirinya menjalani operasi pada usia 14 tahun.

Menurut keterangan Palang Merah Australia, karena dia selamat berkat bantuan donor darah, dia berjanji untuk melakukan donor darah.

Beberapa tahun kemudian, dokter menemukan bahwa darahnya mengandung antibodi yang dapat digunakan untuk membuat suntikan Anti-D.

Jadi dia beralih ke sumbangan plasma darah untuk membantu sebanyak mungkin orang.

Dokter tidak benar-benar yakin mengapa Harrison memiliki golongan darah yang langka ini, tetapi mereka pikir itu mungkin berasal dari transfusi yang dia terima ketika dia berusia 14 tahun, setelah operasi.

Dia salah satu dari dari 50 orang di Australia yang diketahui memiliki antibodi, kata layanan darah tersebut.

"Setiap kantong darah sangat berharga, tetapi darah James sangat luar biasa," ujar Jemma Falkenmire, dari Layanan Darah Palang Merah Australia.

"Darahnya benar-benar digunakan untuk membuat obat yang menyelamatkan jiwa, diberikan kepada ibu yang darahnya berisiko menyerang bayi yang belum lahir."

Setiap kelompok Anti-D yang yang pernah dibuat di Australia berasal dari darah James, dan lebih dari 17% wanita di Australia beresiko terjangkit, jadi James telah membantu menyelamatkan banyak nyawa.

"Australia adalah salah satu negara pertama yang menemukan donor darah dengan antibodi ini, jadi itu cukup revolusioner pada saat itu," wanita itu menambahkan.

"Di Australia, hingga sekitar tahun 1967, ada ribuan bayi meninggal setiap tahun, dokter tidak tahu mengapa, dan itu mengerikan. Wanita mengalami banyak keguguran dan bayi dilahirkan dengan kerusakan otak."

Berkat aksinya tersebut Harrison disebut sebgai pahlawan nasional, meskipun sekarang Harrison telah memberikan donor darah terakhirnya karena di Australia Anda tidak dapat menyumbangkan darah melewati usia 81.

Dia memenangkan banyak penghargaan atas kemurahan hatinya, termasuk Medal of the Order of Australia, salah satu penghargaan paling bergengsi di negara itu.

"Itu sesuatu yang bisa saya lakukan. Ini salah satu bakat saya, mungkin satu-satunya bakat saya, adalah saya bisa menjadi donor darah," tutup Harrison.

Baca juga:

Pria Ini Donorkan Ginjalnya ke Teman Sekolahnya di SD

Terima Transfusi Darah dari Donor Wanita Berisiko Kematian bagi Pria

Hobi Donor Sperma, Profesor Ini Sudah Memiliki 22 Anak!

Inilah Manfaat Baik Melakukan Donor Darah Bagi Kesehatan

Rutin Donor Darah? Selamat Anda Terhindar dari Penyakit Berbahaya ini