Pria 89 Tahun Penjual Es Loli Jadi Miliarder Berkat Donasi Netizen

Kamis, 22 September 2016 15:12
Pria 89 Tahun Penjual Es Loli Jadi Miliarder Berkat Donasi Netizen

Sooperboy.com - Upaya kecil untuk membantu seorang pria tua penjual es loli di Chicago, Amerika Serikat, ternyata berhasil mengumpulkan donasi dalam jumlah besar ke Fidencio Sanchez, sang penjual es loli berumur 89 tahun.

Menurut CBS News, Kamis 22 September 2016, Fidencio Sanchez telah menerima sebuah cek dari GoFundMe sebesar U$ 380.000 atau Rp 5 miliar pada Rabu lalu. Padahal target pengumpulan dana untuk membantu penjual es loli tua yang digagas Joel Cervantes Macias pada 9 September 2016 lalu hanya U$ 3.000 atau Rp 39 juta saja.

Lebih dari 17.000 netizen telah ikut mendonasikan uangnya setelah tersentuh hatinya ketika melihat foto Sanchez tua mendorong gerobaknya untuk menjual paletas atau es loli di kawasan Chicago Little Village.

Berbicara dalam bahasa Spanyol, Sanchez mengaku bersyukur atas bantuan yang dia terima.

Sang penggagas donasi, Cervantes Macias mengatakan uang bantuan itu akan memberi Sanchez keamanan finansial.

Seperti pernah diberitakan, ini dimulai dari seorang pria yang kebetulan lewat tempat yang sama dan waktu yang bertepatan ketika Sanchez melakukan kerja hariannya, dan memutuskan memfotonya. Ia lalu memutuskan memuat foto itu di dalam situs donasi sosial GoFundMe untuk mengumpulkan bantuan bagi pria penjual es loli berusia 89 tahun itu.

"Saya melihat pria tua ini berjuang untuk mendorong gerobak paleta (gerobak es loli). Hatiku hancur melihat orang yang seharusnya sudah menikmati masa pensiunan masih harus bekerja pada usia itu," tulis Joel Cervantes Macias, yang memulai kampanye ini di halaman GoFundMe.

"Saya kemudian menepi dan mengambil gambar ini. Saya lalu membeli 20 paleta dan memberinya uang U$ 50 (setara dengan Rp 650 ribu) dan berkata Semoga Tuhan Memberkatimu dan berlalu dari sana," tambahnya,
'
Macias lalu memuat foto kakek penjual paleta atau es loli itu ke dinding Facebook-nya dan langsung menerima sambutan hangat. Lalu ada seseorang yang menyarankan Macias memulai kampanye pengumpulan dana untuk menolong Sanchez dan keluarga.

Hanya dalam hitungan hari, para penyumbang tak dikenal telah membuat jumlah sumbangan tembus U$ 200.000 atau Rp 2,6 miliar. Padahal target awal pengumpulan sumbangan ini semula hanya U$ 3.000 atau Rp 39 juta saja.

"Tuhan telah mengirimkan bantuan ini pada saat kami sungguh membutuhkannya," kata cucunya, Dulce Perez, ke wartawan CBS Chicago.

Sanchez kehilangan putri satu-satunya akhir Juli lalu. Sehingga dia kini menjadi penopang utama ekonomi keluarga untuk merawat cucu-cucunnya.

"Setelah ibu saya meninggal, kakek merasa terbebani sehingga tak mau mensia-siakan satu hari pun," kata Perez.

Kini, dengan bantuan itu, giliran bagi Sanchez untuk beristirahat, berkat kemurahan hati para penyumbang yang tak dikenal.

"Sungguh ajaib melihat kekuatan banyak orang bisa begitu besar. Saya sungguh berterimakasih pada orang-orang yang masih memiliki hati," kata Perez. (eha)