Prancis Peringatkan Warganya: Kokain Tidak Dapat Mencegah Virus Corona

Selasa, 17 Maret 2020 10:15
Prancis Peringatkan Warganya: Kokain Tidak Dapat Mencegah Virus Corona

Sooperboy.com - Pemerintah Prancis telah memperingatkan warganya bahwa mereka tidak dapat menggunakan kokain untuk melindungi diri mereka dari virus corona.

"Tidak, kokain tidak bisa melindungi diri dari COVID-19," kata saran resmi dari Kementerian Kesehatan Perancis. "Itu adalah zat adiktif yang menyebabkan efek samping dan berbahaya secara serius."

Menurut The Independent, Selasa 17 Maret 2020, peringatan itu diposting ke Twitter pada hari Minggu, dengan tautan ke halaman informasi viurs corona di situs web pemerintah.

Ini adalah salah satu upaya resmi Kementerian Kesehatan Prancis yang bertujuan mengatasi disinformasi.

Panduan serupa yang dikeluarkan oleh departemen kesehatan dalam beberapa hari terakhir termasuk peringatan bahwa menyemprotkan alkohol atau klorin pada kulit Anda tidak akan membunuh virus yang sudah masuk ke tubuh Anda.

Posting lain berusaha meyakinkan warga bahwa viurs corona tidak dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, dan bahwa sanitiser tangan desinfektan tidak menyebabkan kanker.

Peringatan atas kokain tampaknya merupakan tanggapan terhadap serangkaian meme yang viral, yang menunjukkan tajuk berita utama yang menunjukkan bahwa obat golongan A atau narkoba dapat membunuh viurs corona.

Ini adalah salah satu dari sejumlah mitos dan teori konspirasi yang telah muncul sejak awal wabah, banyak di antaranya bahkan melibatkan asal-usul virus corona.

Beberapa teori yang populer -tetapi telah dibantah secara ilmiah- menegaskan bahwa virus tersebut berasal dari laboratorium penelitian tingkat 4 di Wuhan, yang lolos secara tidak sengaja saat akan dikembangkan sebagai senjata biologis.

Para ahli menyatakan bahwa dalam setiap epidemi dan bencana menjadi tempat berkembang biak teori konspirasi semacam itu.

“Mereka sangat mudah disebarkan karena peristiwa ini berkaitan dengan keselamatan manusia karena bisa  membunuh,” kata Brian Houston, seorang peneliti kesehatan dan komunikasi mental terkait bencana.

"Literatur mengatakan bahwa hal-hal yang cenderung membuat kita paling takut adalah risiko yang tidak dapat kita amati, dan risiko yang baru dan tidak dapat dipahami," ujarnya.

Namun, beberapa warga di Perancis -yang telah mengkonfirmasi lebih dari 1.400 kasus penularan virus corona- tampaknya tidak terganggu.

Sementara pemerintah Prancis telah melarang pertemuan lebih dari 1.000 orang, hampir 3.550 orang mengenakan pakaian biru, cat wajah dan topi putih di komune Brittany di Landerneau pada hari Sabtu ketika mereka mencoba memecahkan rekor Guinness World Record untuk pertemuan Smurf terbesar yang pernah ada.

"Kami pikir kami tidak akan khawatir dan bahwa sebagai orang Prancis kami tidak akan menyerah pada upaya kami untuk memecahkan rekor, dan sekarang kami adalah juara dunia," kata seorang peserta. (eha)

Baca juga:

Bernard Arnault: Bagaimana Pria Terkaya di Prancis Ini Bertahan di Bisnis Fashion

Pria yang Menikahi Guru SMA-nya Itu Terpilih Jadi Presiden Perancis

Hand Sanitizer Langka Akibat Virus Corona, Penduduk AS Ingin Gantikan dengan Vodka

Laptop Berisi Virus Paling Berbahaya Ini Laku Terjual Rp 18,2 Miliar

Sumber Telepon Garfield di Pesisir Pantai Prancis Terkuak Setelah 30 Tahun