Peru Pulihkan Manuskrip Inca Tak Ternilai yang Dicuri selama Pendudukan

Sabtu, 29 Februari 2020 10:16
Peru Pulihkan Manuskrip Inca Tak Ternilai yang Dicuri selama Pendudukan

Sooperboy.com - Peru memperoleh kembali sebuah manuskrip kuno tak ternilai yang berisi memoar mantan pemimpin Inca yang menghilang selama pendudukan Chili di Lima selama Perang Pasifik 1879-84.

Menurut MSN, Sabtu 29 Februari 2020, naskah itu yang disebut "Kenangan monarki Peru atau garis besar sejarah Inca" ditulis pada tahun 1830-an oleh Justo Apu Sahuaraura Inca (1775-1853), keturunan kaisar Inca Huayna Capac (1493-1525).

"Nilai dokumen ini dari tahun 1838 tidak dapat dihitung nilainya. Selalu dianggap sebagai permata dokumen yang sangat langka, kami tidak memiliki jenis dokumen lain," kata Gerardo Trillo, direktur Perlindungan Koleksi di Perpustakaan Nasional Lima, tentang naskah itu yang ditemukan di Brasil.

Sahuaraura adalah anggota bangsawan pribumi di Cusco, ibukota Inca lama, dan mendedikasikan waktunya untuk melestarikan memori kekaisaran Inca, yang berlangsung 100 tahun antara abad ke-15 dan ke-16 dan mencakup wilayah yang luas dari selatan Kolombia hingga pusat Chili.

Penulisnya menyebut dirinya "keturunan terakhir dari garis kekuasaan Inca."

Dalam naskah itu ia menelusuri sejarah Inca hingga kedatangan para penjajah Spanyol di Amerika Selatan, dengan menggunakan dokumen yang sudah punah.

Teks tersebut memuat informasi tentang Inca Garcilaso de la Vega, putra seorang conquistador Spanyol dan wanita bangsawan Inca, yang dianggap sebagai orang ras campuran pertama dalam sejarah Amerika.

Naskah itu juga memuat kisah penaklukan Spanyol atas Cusco, serta kronologi Inca.

"Ini adalah naskah yang sangat langka dan aneh karena memiliki lembaran berwarna yang mewakili suku Inca yang berbeda," kata Trillo.

Dia mengatakan manuskrip itu dicuri dari Perpustakaan Nasional selama pendudukan Chili di Lima 1881-83, perang yang membawa Peru dan Bolivia melawan Chili.

Chili telah mengembalikan lebih dari 4.500 buku yang diambil dari Perpustakaan Nasional Peru selama pendudukan.

Namun, naskah ini diperoleh pada tahun 1970 oleh kolektor pribadi Brasil, yang setuju pada bulan November untuk mengembalikannya kepada pemiliknya yang sah.

"Butuh satu dekade negosiasi untuk mengembalikan naskah ini," kata Trillo.

Sejak itu naskah telah didigitalkan dan dapat dilihat secara online. (eha)

Baca juga:

Pria Ini Kaget Saat Tahu Jam Rolex Kunonya Dihargai Rp 1,1 Milyar

Penggalian Arkeologi di Yerusalem Temukan Ruang Teater Romawi Kuno

Dokumen Kerajaan Kuno Berumur 819 Tahun Ditemukan dalam Kotak Kardus

Satu Potong Buah Catur Kuno yang Hilang Terjual Rp 12,9 Miliar

Pahatan Kuno yang Langka Ditemukan di Irak