Pengadilan Putuskan Kasus Pria yang Dikentuti oleh Atasannya Tidak Melanggar Hukum

Rabu, 10 April 2019 09:15
Pengadilan Putuskan Kasus Pria yang Dikentuti oleh Atasannya Tidak Melanggar Hukum

Sooperboy.com - Pengadilan banding Australia menolak kasus intimidasi yang dilaporkan oleh seorang insinyur yang menuduh mantan atasannya berulang kali buang angin ke arahnya.

Pengadilan Tinggi Negara Bagian Victoria menguatkan putusan hakim Mahkamah Agung bahwa meskipun dugaan pelapor, insinyur David Hingst benar, perut kembung tidak selalu merupakan tindakan intimidasi.

Menurut Miami Herald, Rabu 10 April 2019 Hingst mengatakan akan membawa kasusnya ke Pengadilan Tinggi, pengadilan banding terakhir Australia.

Pria berusia 56 tahun itu menginginkan uang ganti rugi sebesar US $ 1,3 juta atau setara dengan Rp 18 Miliar dari mantan majikannya di Melbourne, yang seorang pekerja di Teknik Konstruksi.

Hingst bersaksi bahwa dia sengaja pindah dari ruang kantor komunal untuk menghindari gas dari perut kembung atasannya yang bernama Greg Short.

Namun, Short kemudian akan memasuki kantor kecil Hingst yang tidak berjendela beberapa kali sehari dan buang angin di sana.

"Hingst mengatakan Tuan Short akan secara teratur membentaknya atau menantangnya, Short menganggap hal ini lucu," tulis dua hakim pengadilan banding dalam putusan mereka.

Hingst mengatakan akan menyemprotkan deodoran pada Short dan memanggil atasannya itu "Tuan Stinky."

"Dia akan kentut di belakangku dan pergi. Dia akan melakukan ini lima atau enam kali sehari," kata Hingst di luar pengadilan.

Short mengatakan kepada pengadilan bahwa dia tidak ingat pernah buang angin di kantor Hingst, "tapi aku mungkin pernah melakukannya sekali atau dua kali," ujar pria itu.

Hingst juga menuduh Short melakukan pelecehan melalui telepon, menggunakan bahasa yang tidak sopan dan mengejeknya.

Pengadilan menemukan bahwa Short tidak menggertak atau melecehkan Hingst.

Hingst gagal membuktikan bahwa Teknik Konstruksi itu telah lalai dan melakukan intimidasi.

Hingst bekerja untuk Teknik Konstruksi sebagai administrator kontrak dari Mei 2008 hingga April 2009.

Dia berargumen bahwa dia diintimidasi di tempat kerja sampai diberhentikan dari pekerjaannya.

Teknik Konstruksi berpendapat pekerjaannya dihentikan karena penurunan pekerjaan konstruksi akibat krisis keuangan global pada akhir 2008.

Baca juga:

Alamak, Pertandingan Anak Panah Ini Diwarnai Aksi Saling Tuduh Kentut Saat Bertanding

Alamak, Karyawan Ini Selalu Dikentuti oleh Bosnya

Kentut Sapi Ternyata Memiliki Peran dalam Pemanasan Global

Bau Kentut Buat Seisi Pesawat Alami Iritasi Mata dan Pusing

Ternyata Menghirup Bau Kentut Punya Banyak Manfaat!