Pemabuk Berat Berakibat Serius pada Otak Pria Ketimbang Wanita

Senin, 4 September 2017 16:04
Pemabuk Berat Berakibat Serius pada Otak Pria Ketimbang Wanita

Sooperboy.com - Mungkin sudah saatnya Anda berhenti minum minuman beralkohol sampai mabuk berat.

Menurut The Inverse, Senin 4 Agustus 2017, sebuah penelitian terbaru menunjukkan seorang pria lebih banyak menderita pengaruh buruk akibat minum sampai mabuk berat ketimbang wanita.

Kebiasaan minum minuman alkohol sampai mabuk berat bagi pria, memiliki dampak besar pada neurotrasmitter penting di otak yang membantu mengatasi kecemasan dan depresi.

Para ilmuwan sudah menyadari pemakaian alkohol dalam jumlah banyak dapat berpengaruh ke otak seiring berjalannya waktu, terutama ketika kebiasaan mabuk berat dimulai saat masa remaja ketika otak masih berkembang.

Namun, sekelompok peneliti di Finlandia yang mempelajari otak orang dewasa muda dengan riwayat pemabuk berat, semula berpikir wanita akan lebih banyak mengalami dampak buruk ketimbang pria. Teranyata hasilnya malah sebaliknya. Kebiasaan mabuk lebih berpengaruh pada otak pria ketimbang wanita.

"Kami menemukan lebih banyak perubahan dalam aktivitas listrik di otak subyek pria ketimbang wanita. Ini mengejutkan, karena kami awalnya memperkirakan akan sebaliknya,"a kata Dr Outi  Kaarre dari  University of Eastern Finland dan Kuopio University Hospital.

"Ini artinya fungsi elektrik pada otak pria akan lebih banyak berubah ketimbang otak wanita karena penggunaan alkohol untuk jangka panjang," ujarnya lagi.

Karya tersebut dipresentasikan pada hari Minggu lalu di Kongres ECNP di Paris, sebuah forum utama pertemuan ilmiah untuk penelitian otak yang berhubungan dengan penyakit.

Para peneliti mempelajari otak dari 11 pria muda dan 16 wanita muda dengan sejarah 10 tahun penggunaan alkohol, dan membandingkannya dengan otak 12 pria muda dan 13 wanita muda yang tidak minum. Semua peserta studi berusia antara 23 dan 28 tahun.

Dengan mencatat respons otak partisipan terhadap rangsangan magnetik - yang dikenal dengan Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), mereka mengamati pria yang minum menunjukkan peningkatan aktivitas listrik yang lebih besar di otak sebagai respons terhadap TMS daripada wanita yang minum, khususnya mengenai GABA (gamma-amino butyric acid) neurotransmisi.

Meskipun ada dua jenis reseptor GABA (A dan B), para peneliti menemukan bahwa penggunaan alkohol jangka panjang mempengaruhi neurotransmisi pada kedua jenis itu pada pria, namun hanya menyerang GABA-A pada wanita.

Neurotransmitter GABA bertanggung jawab untuk mengurangi rangsangan pada sistem saraf. Ini menenangkan aktivitas otak dan penting dalam mengatur kecemasan dan depresi.

Menurut Kaarre, hasilnya mungkin berarti bahwa temuan itu bisa menjadi faktor penting saat merencanakan pengobatan farmakologis untuk pecandu alkohol.

Maka, dengan dampak begitu parah, masih layakkah Anda ngotot menjadi pemabuk berat? (eha)

Baca juga:

5 Pria Pemabuk Paling Sukses dalam Sejarah

VIDEO: Pria Mabuk Kena Batunya, Berkelahi dengan Petarung MMA

Mabuk, Pasangan ini Kehilangan Anak 5 Tahun di Bar

Polisi Selfie dengan Pria Mabuk yang Dia Antarkan Pulang

Mabuk Saat Berkendara, Pria Ini Makan Rumput Saat Diperiksa Polisi