Pabrik Susu Terpaksa Bayar Denda Rp 78 Miliar karena Tanda Baca Koma

Sabtu, 24 Februari 2018 10:19
Pabrik Susu Terpaksa Bayar Denda Rp 78 Miliar karena Tanda Baca Koma

Sooperboy.com - Jangan remehkan tanda koma.

Sebuah pabrik susu di Maine, Amerika Serikat, telah menyelesaikan gugatan class action untuk membayar 127 pekerja U$ 5 juta atau Rp 78 miliar dengan upah lembur karena ada kesalahan tanda koma dalam kamus hukum negara bagian Oxford.

Menurut NBCNews, Sabtu 24 Februari 2018, pabrik susu Oakhurst Portland dan para pekerja sepakat mencapai penyelesaian damai setelah hampir setahun menanti keputusan pengadilan banding federal.

Pada tanggal 13 Maret, Pengadilan Banding Pertama di Boston memutuskan dengan keputusan mutlak bahwa pekerja berhak mendapatkan uang lembur sebesar $ 5 juta atau Rp 78 miliar.

Alasannya adalah tanda baca Oxford yang hilang --koma terakhir yang digunakan sebelum konjungsi-- dalam undang-undang negara bagian. Dalam kasus ini, kata sambung adalah kata "atau".

Hakim David Barron menulis di awal keputusan 29 halamannya: "Karena ketiadaan koma, kami mengebulkan gugatan ini."

Tidak ada koma Oxford yang digunakan dalam daftar undang-undang kondisi saat upah lembur tidak berlaku: "... pemasaran, penyimpanan, pengemasan untuk pengiriman atau distribusi" produk.

Dengan tiadanya tanda koma, para pengemudi mengemukakan bahwa itu berbunyi sebagai tindakan tunggal, dan karena mereka sebenarnya tidak melakukan pengepakan, seharusnya tidak dibebaskan dari upah lembur.

Ke 127 supir tersebut mengajukan gugatan class action pada tahun 2014.

Dalam gugatan itu, perusahaan susu Oakhurst tidak mengakui melakukan kesalahan, namun percaya bahwa proses pengadilan lebih lanjut akan berlarut-larut dan mahal.

Penyelesaian diajukan pada hari Kamis di pengadilan federal dan harus disetujui oleh hakim federal sebelum keputusan itu dilaksanakan.

Kelima pengemudi truk yang memimpin gugatan tersebut, yang disebut "penggugat yang ditunjuk," masing-masing akan menerima U$ 50.000 dari pembayaran gugatan tersebut.

Pengemudi lain harus mengajukan klaim untuk mendapatkan bagian dari dana tersebut, dan akan dibayar minimal U$ 100 atau jumlah pembayaran lembur yang harus dibayar, berdasarkan catatan pekerjaan mereka dari Mei 2008 sampai Agustus 2012.

Pada awal 2014, produk susu tersebut dijual ke koperasi petani oleh keluarga Maine yang telah memilikinya selama 93 tahun.

Setelah putusan pengadilan banding mengkoreksi kalimat itu, Badan Legislatif negara bagian Maine segera mengganti tanda baca dengan titik koma. (eha)

Baca juga:

Tak Terima Foto Dimuat di Facebook, Anak Gugat Orangtua

Dipecat karena Tonton Film Porno, Karyawan Ini Gugat Balik dan Menang

Pria Gugat Rumah Sakit Setelah Kemaluannya Hilang Usai Operasi

Wanita Gugat Pria Rp 265 Miliar karena Tularkan Penyakit Kelamin

Ada Selisih Harga, McDonald Digugat