Pabrik Anggur Besar di Era Bizantium Ditemukan di Israel

Selasa, 19 Oktober 2021 10:15
Pabrik Anggur Besar di Era Bizantium Ditemukan di Israel

Sooperboy.com - Di dekat lapangan sepak bola dan lingkungan pinggiran kota di Israel tengah, para arkeolog mengatakan mereka menemukan kilang anggur era Bizantium terbesar yang diketahui di dunia.

Pabrik anggur itu, yang berusia 1.500 tahun, diyakini telah menghasilkan salah satu anggur putih terbaik di Mediterania pada saat itu. Anggur itu dipuji secara luas dalam literatur era Bizantium dan dikenal sebagai vinum Gazetum atau anggur Gaza karena diekspor dari kota pelabuhan kuno di dekat Gaza modern.

Menurut NPR, Selasa 19 Oktober 2021, para arkeolog menemukan sebuah kompleks besar yang terdiri dari lima pemeras anggur, empat gudang besar tempat anggur disimpan, tempat pembakaran kendi tempat anggur dari tanah liat, dan puluhan ribu pecahan kendi.

Mereka memperkirakan kilang anggur menghasilkan antara dua hingga tiga juta liter anggur per tahun.

"Proporsi di sini luar biasa," kata Elie Haddad, seorang arkeolog Otoritas Barang Antik Israel yang ikut mengarahkan penggalian selama dua tahun di pinggiran Yavne, selatan Tel Aviv. Para arkeolog dipanggil untuk mensurvei daerah tersebut sebelum jembatan layang dibangun di sana.

Pabrik anggur  itu meliputi area seluas sekitar 731 meter persegi. Di sekitar lantai tapak, tempat buah anggur dihancurkan dengan cara diinjak-injak, terdapat kompartemen untuk memfermentasi anggur dan tong segi delapan besar yang menampung anggur.

Penggalian itu juga menemukan lebih banyak lagi mesin pembuat anggur kuno berusia sekitar 2.300 tahun, yang menunjukkan tradisi pembuatan anggur yang sudah berlangsung lama di daerah tersebut. Kitab Talmud pernah berbicara tentang "kebun anggur Yavne" di mana orang bijak agama Yahudi berkumpul setelah penghancuran kota Yerusalem pada tahun 70 M.

Kota kosmopolitan kuno Yavne adalah rumah bagi orang-orang Yahudi, Samaria, Kristen, dan lainnya. Siapa yang mengoperasikan kilang anggur tidak diketahui, tetapi para arkeolog mengatakan bahwa dekorasi cangkang kerang yang besar dan rumit menunjukkan bahwa pemiliknya adalah orang kaya.

Para arkeolog bahkan menemukan beberapa amphorae tanah liat yang benar-benar utuh dan ramping, tempat anggur itu tua dan disimpan untuk diekspor.

Jenis kendi tanah liat panjang yang sama juga telah ditemukan di Jalur Gaza, di mana kendi-kendi itu kini dipajang di museum. Membuktikan pada saat itu Gaza bukanlah daerah konflik yang diblokade melainkan portal atau pintu masuk yang ramai ke dunia kuno. (eha)

Baca juga:

Pria Ini Curi Tank dan Tabrakkan ke Supermarket demi Sebotol Anggur

Restoran Ini Tak Sengaja Sajikan Sebotol Anggur Seharga Rp 72 Juta

24 Butir Buah Anggur Laku Terjual Seharga Rp 158 juta

Gara-gara Isolasi Akibat Virus Corona, Gajah Ini Kabur dan Mabuk Anggur

Sebotol Anggur yang Disimpan di Luar Angkasa Setahun Lebih Dijual Rp 14,3 Miliar