Nurnaningsih, Legenda Artis Panas Pertama di Indonesia

Selasa, 12 Mei 2015 17:02
Nurnaningsih, Legenda Artis Panas Pertama di Indonesia

SOOPERBOY - Banyaknya bintang panas bermunculan di Indonesia terkadang membuat kita bertanya-tanya siapa yang memulai pertama kali? Penelusuran pun akhirnya menemukan bahwa bintang panas muncul pada tahun 1950 dan dipelopori oleh artis cantik bernama Nurnaningsih.

Artis ini sukses mengguncangkan perfilman Indonesia pada tahun 1950 dengan film bertajuk Harimau Tjampa. Dalam film tersebut, wanita kelahiran Surabaya ini berani melakukan adegan setengah telanjang di beberapa scene. Meski hanya beberapa detik menampilkan bagian dadanya, membuat Indonesia heboh. Pasalnya, ini merupakan pertama kali terjadi pada perfilman Indonesia karena sebelumnya tak ada yang pernah melakukan ini.

Kontan nama Nur pun melambung dengan cepat dan menjadi simbol atau bom seks pionir di Indonesia. Meski sempat dikecam dianggap menentang budaya timur, Nur pun berdalih bahwa aktingnya merupakan karya seni dan ingin menerobos batasan serta pandangan kolot yang terjadi di Indonesia. Sangat jarang artis yang memiliki pandangan berani seperti Nur pada saat itu. Dan, Nur pun berani untuk mendobrak batasan.

Nur yang drop out dari sekolah sejak kelas 1 SMA ini memiliki prinsip 'Kalau Mau Maju Harus Berani'. Berkat keberaniannya ini, membuat popularitas Nur semakin melejit.

Namun, meski telah membintangi banyak  film, peredarannya sangatlah terbatas. Pasalnya, banyak yang mengkritik perannya. Bahkan, di Kalimantan, terjadi pemboikotan untuk semua film yang dibintangi oleh Nurnaningsih.

Tentu saja ini merugikan production house dengan adanya pemboikotan dan membuat nama Nur perlahan-lahan meredup. Pada tahun 1980-an Nur pun berhenti dan seolah menghilang dari dunia perfilman.

Dia menghabiskan waktunya dengan menjelajahi kepulauan Indonesia selama 12 tahun dengan berprofesi sebagai seniman sketsa, pemain sandiwara, guru bahasa Inggris, penyanyi hingga penjaga gawang. Nur sempat kembali ke dunia film dengan peran-peran kecil, tetapi tak berlangsung lama.

Nur meninggal pada 21 Maret 2004 di usia 78 tahun dan setelah itu seluruh ceritanya seakan lenyap. Namun dia mewariskan sekaligus membawa perubahan pada perfilman di Indonesia dengan menyelipkan adegan panas pada atau penampilan seksi pada filmnya. Dari Nur lah lahir generasi baru seperti Rahayu Effendi, Eva Arnaz, Inneke Koesherawati dan generasi era 2000-an yang semakin ramai saat ini.