Meski Di Penjara, Narapidana Wanita Ini Berkreasi Ciptakan ‘Batik Girl’

Senin, 20 April 2015 16:11
Meski Di Penjara, Narapidana Wanita Ini Berkreasi Ciptakan ‘Batik Girl’

SOOPERBOY - Adalah Lusi Efriani Kiroyan sebagai Founder Cinderella From Indonesia Center yang menciptakan program pembuatan boneka barbie bertajuk ‘Batik Girl’.

"Batik Girl" merupakan proyek pemberdayaan bagi para narapidana (napi) wanita untuk membuat boneka barbie memakai baju Batik. Para napi wanita yang dibina adalah 80% korban Narkoba & 20 % single parent.

Para napi wanita diberi training kemudian memproduksi boneka “Batik Girl” dan mendapatkan gaji setelah menghasilkan “Batik Girl” namun keuntungan dari hasil penjualan akan  digunakan untuk mensupport kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan di Cinderella From Indonesia Center yang berlokasi di kota Batam.

Kegiatan-kegiatan yang telah di-support oleh “Batik Girl” adalah pemberdayaan para napi wanita, program save street children, program motivasi untuk para ODHA dan program entrepreneurship untuk single parent yang tidak mampu.

Program “Batik Girl” ini memasuki tahun ke 3 yang melibatkan 100 napi wanita di 3 penjara, rumah tahanan (rutan) Baloy Batam, Lapas Barelang Batan dan rutan wanita Pondok Bambu serta melibatkan lebih dari 50 orang volunteer wanita serta mampu memberi manfaat kepada 100 keluarga anak jalanan, 50 para ODHA & 50 para PSK serta anak-anak penderita HIV, kanker & Thalasemia. Para Napi wanita diberikan pelatihan atau training kemudian memproduksi boneka “Batik Girl”.

Hanya dibutuhkan waktu satu bulan pelatihan bagi para napi wanita untuk memproduksi satu buah "Batik Girl." Sedangkan boneka barbie sudah di-supplier dari Surabaya. Menariknya satu model hanya tersedia untuk satu boneka. Sehingga dijamin boneka "Batik Girl" tidak akan ada yang sama dan terkesan eksklusif.

“Awalnya para napi hanya diajarkan dan dicontohkan dengan model serta bentuk baju dan aksesoris boneka barbie yang sangat dasar, namun ternyata mereka memiliki kreativitas terpendam yang lebih tinggi, banyak yang bereksperimen dengan berbagai macam gaya yang lebih unik dan berwarna. Saya pun terkesima!,” ucap Lusi ketika ditemui dalam press conference roadshow ‘Batik Girl’ .

Untuk proses produksi baju dan aksesoris boneka barbie diambil melalui pemanfaatan kain batik bekas dan perca batik, bekerja sama dengan batik dan angklung dari Indonesia yaitu Saung Angklung Mang Udjo.

Kampanye ‘Batik Girl’ ini berjalan dan mendapat respon yang sangat bagus, program ini pun bisa sustainable dan banyak kegiatan-kegiatan sosial yang bisa dilakukan oleh Cinderella From Indonesia Center. Terbukti, dalam waktu dekat, "Batik Girl" akan melakukan roadshow Indonesia-Singapura.

Untuk “Roadshow Batik Girl” Indonesia-Singapore, mengusung konsep “1 FRIEND, 1 DOLL” bahwa masyarakat Indonesia bisa mendukung program “Batik Girl” ini hanya dengan membeli 1 boneka “Batik Girl”seharga Rp 100.000. Diharapkan kampanye “1  Friend,  1  Doll” ini bisa memberikan kontribusi untuk mengatasi masalah sosial sehingga Indonesia menjadi lebih baik.