Kondom Buatan China Terlalu Kecil, Menteri Kesehatan Zimbabwe Mengeluh

Kamis, 15 Maret 2018 09:03
Kondom Buatan China Terlalu Kecil, Menteri Kesehatan Zimbabwe Mengeluh

Sooperboy.com - Menteri Kesehatan Zimbabwe, David Parirenyatwa, mengeluh pada produsen kondom asal China karena ukurannya terlalu kecil untuk pria Afrika.

Sebagai salah satu wilayah Afrika bagian selatan yang memiliki tingkat HIV tertinggi, Parirenyatwa menyerukan untuk menggunakan kondom setiap berhubungan seks.

Dan, seperti dilansir dari South China Morning Post, Kamis 15 Maret 2017, konsumen di wilayah tersebut lebih menyukai kondom buatan China dibanding produksi sendiri.

Sayangnya, alat kontrasepsi tersebut dinilai terlalu kecil untuk digunakan.

"Pemuda sekarang memiliki kondom tertentu yang mereka sukai, tapi kita tidak memproduksinya. Kami mengimpor kondom dari China dan beberapa pria mengeluh karana ukurannya terlalu kecil," keluh David Parirenyatwa dalam sebuah acara pencegahan HIV / AIDS.

"Wilayah Afrika bagian selatan memiliki tingkat HIV tertinggi dan kami mempromosikan penggunaan kondom," kata Parirenyatwa.

Parirenyatwa menambahkan bahwa perusahaan Zimbabwe harus membuat sendiri kondom yang pas daripada mengandalkan impor.

Menanggapi hal itu, Zhao Chuan, Kepala Eksekutif produsen kondom Beijing Daxiang and His Friends Technology Co, mengatakan perusahaan tersebut berencana membuat alat kontrasepsi dalam berbagai ukuran.

"Mengenai tuntutan dari pelanggan seperti di Zimbabwe, kami memiliki kemampuan dan kewajiban untuk memberikan kontribusi, jadi kami telah mulai melakukan survei terhadap data pengguna di wilayah tersebut untuk melakukan persiapan untuk produk di masa mendatang dengan ukuran berbeda," kata Zhao.

Zhao menambahkan bahwa pelanggan di seluruh dunia memiliki persyaratan yang berbeda, misalnya pria China lebih memilih kondom yang lebih tipis dan tidak mengkhawatirkan ukurannya, sementara pelanggan di Amerika Utara lebih menyukai kontrasepsi yang lebih lembut.

China adalah salah satu produsen kondom terbesar di dunia, menurut Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Nasional.

Sementara Zimbabwe adalah salah satu negara di Afrika Sub-Sahara yang paling parah terkena dampak HIV/AIDS, dengan perkiraan 13,5 persen populasi orang dewasa terinfeksi virus tersebut.

Penggunaan kondom merupakan cara utama untuk membatasi penyebaran infeksi HIV tersebut.

Negara China telah menjadi salah satu dari lima produsen kondom terbesar di dunia.

Disinyalir, China memiliki sekitar 300 produsen kondom yang memproduksi sekitar 3 miliar alat kontrasepsi pria tersebut setiap tahunnya. (eha)

Baca juga:

Pria Tularkan HIV karena Sengaja Berhubungan Seks Tanpa Kondom

Dikira Usus Buntu, Dokter Bedah Temukan Kondom Nyangkut!

Kacau! Ada Jajanan Anak Berbentuk Kondom

Aneh! Ditemukan Sebuah Kondom di Dalam Botol Minuman!

Unik! Ada Kondom Bertema Pizza