Manny Pacquiao, Petinju dan Pahlawan Filipina yang Kabur dari Rumah

Selasa, 28 April 2015 18:00
Manny Pacquiao, Petinju dan Pahlawan Filipina yang Kabur dari Rumah

SOOPERBOY - Kehidupan yang ia jalankan saat ini berbeda ketika dia masih menjadi remaja. Manny Pacquiao bersyukur tinju menjadikan dirinya sosok yang sangat berarti dan bangkit meraih mimpi.

Manny meninggalkan rumah pada usia 12 tahun dan memutuskan untuk tinggal di jalanan. Dilansir dari Mirror.co.uk, alasan dia pergi dari rumah karena dia benci dengan Ayahnya setelah melihat memakan anjing kesayangannya. Manny marah dan memilih untuk hidup di jalanan daripada di rumah bersama Ayahnya.

Beralaskan kardus dan meringkuk kedinginan di kala malam, Manny mengarungi malam. Untuk bertahan hidup, dia membeli donat sebanyak-banyaknya dan kemudian dia menjualnya kembali.

"Filipina adalah tempat miskin, nggak ada kesejahteraan dan jaminan kesehatan. Jika kamu tidak memiliki pekerjaan atau uang, maka kamu akan melakukan apapun untuk bertahan hidup," ujar Freddie Roach, pelatih Manny.

Pertemuan dengan Freddie Roach menjadi titik balik kehidupan Manny. Dia dilatih untuk menjadi petarung untuk menjauhkan dirinya dari kehidupan kriminal. Gemblengan keras serta niat Manny untuk menjadi sesuatu pun menjadi tekad dan tak ingin menyerah. Gelar demi gelar pun disandang oleh Manny dan kehidupannya yang dulu tidak memiliki apa-apa dan hanya membuang angan untuk memilikinya, kini bisa diraihnya.

Berbeda dengan petinju lain, Manny memiliki impian seperti melanjutkan sekolah. Ketertarikannya dengan dunia politik membuat dia belajar untuk memperoleh gelar, bahkan dia bersiap untuk mencoba untuk terjun ke dunia politik di Filipina.

Manny adalah ikon bagi seluruh sub urban di Filipina, seorang pahlawan yang berhasil membuktikan bahwa jalan hidup bisa berubah. Tinju menjadi olahraga pilihan, dan semua orang berkeinginan untuk menjadi seperti Manny.

Sebagai pelatih, Roach merasa terharu ketika hadir di ulang tahun Manny, di mana 5000 orang hadir termasuk Presiden Filipina, sementara di luar kerumunan orang berusaha masuk untuk memberikan selamat kepadanya.

"Dia adalah ikon, mewakili harapan dari banyak orang," ujarnya.