Jangan Menyebarkan Foto Korban Pemboman Hingga Kecelakaan Sembarangan!

Kamis, 14 Januari 2016 14:00
Jangan Menyebarkan Foto Korban Pemboman Hingga Kecelakaan Sembarangan!

SOOPERBOY - Kondisi yang tak bisa dikendalikan atau dicegah oleh manusia seperti kematian, kecelakaan, atau menjadi salah satu korban dari sebuah tindakan kejahatan seperti pembunuhan hingga pemboman tentu saja mendatangkan kesedihan bagi banyak orang dan luka yang mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

Tapi tanpa disadari seiring dengan terjadinya sebuah isu hangat membuat banyak orang berlomba-lomba untuk menyebarkan foto jenasah korban pemboman, kecelakaan, hingga pembunuhan tanpa melalui proses disensor terlebih dulu. Sadarkah Anda jika foto yang Anda sebarkan ini dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan sebuah aksi kejahatan hingga melukai hati keluarga korban?

Tak ada yang ingin mengalami kejadian buruk dalam hidupnya, termasuk dengan Anda bukan? Anda semua tentu ingin melepas orang-orang yang Anda kasihi dengan penampilan yang terbaik, bibir tersenyum, mata tertutup rapat, dalam sikap tubuh sempurna.

Namun coba Anda bayangkan jika di saat-saat terakhir tiba-tiba seisi negeri menyaksikan foto orangtua, pasangan Anda, anak atau bahkan bisa saja diri Anda sendiri tersebar dalam keadaan mata terbelalak, muka hancur, tangan terpisah dari tubuhnya, berbelatung, sekarat, atau perut terburai, semuanya tersebar di media sosial tanpa bisa Anda hentikan. Akan bahagiakah Anda?

Tak hanya itu, semakin sering Anda mem-posting foto korban jenasah yang berserakan dengan latar belakang kondisi yang mencekam setelah terjadinya sebuah aksi kejahatan seperti pemboman akan membuat pelaku semakin beringas untuk melakukan aksi kejahatan yang lebih ganas lagi.

Karena foto-foto kondisi yang kacau dan mencekam serta banyaknya korban yang berjatuhan akan dijadikan sebagai tolak ukur oleh pelaku tindak kejahatan bahwa kekacauan yang mereka lakukan berhasil.

Karena prinsip terorisme adalah membunuh satu orang untuk menyebarkan ketakutan kepada jutaan orang. Jadi tanpa Anda sadari dengan menyebarkan foto korban aksi terorisme hingga kekacauan yang terjadi, Anda telah membantu para teroris menyebarkan ketakutan bagi banyak orang. Karena para terorisme menang jika berhasil membuat hidup Anda merasa ketakutan.

Jadi mulailah untuk tidak dengan sembarangan menyebarluaskan foto korban aksi kejahatan tanpa disensor hingga latar belakang situasi yang masih kacau seiring terjadinya sebuah aksi kejahatan ke media sosial. Jangan takut, tetap tenang dan berlindung di tempat yang lebih aman.

Read More :

Pelaku Ledakan Sarinah Diduga Berbaju Putih dan Bersenjata Laras Panjang

Suara Ledakan dan Bunyi Tembakan Terjadi di Pos Polisi Thamrin

Ini Mobil Anti Tembak Dan Bom!