Pecatur Cantik Asal Indonesia Ini Mendunia

Selasa, 17 Maret 2015 14:00
Pecatur Cantik Asal Indonesia Ini Mendunia

SOOPERBOY - Mengukir prestasi mendunia di bidang olahraga bukan lagi didominasi oleh kaum pria. Kini, banyak kartini muda Indonesia yang menorehkan prestasi di tingkat internasional, salah satunya Irene Kharisma Sukandar.

Gadis kelahiran Jakarta, 7 April 1992 ini merupakan seorang pecatur Indonesia pertama yang berhasil menyandang gelar Grand Master Internasional Wanita (GMIW) terhitung mulai Desember 2008 silam.

Banyak orang menganggap bahwa catur mungkin hanya kegiatan mengisi waktu luang atau sekadar untuk bersantai. Tapi bagi Irene, catur merupakan olahraga yang dirasa match dengan karakter dirinya.

Bayangkan, di usianya yang masih terbilang sangat muda, anak kedua dari tiga bersaudara, pasangan Singgih Heyzkel dan Cici Ratna Mulya ini sudah bergelut dengan bidak dan papan kotak-kotak hitam-putih hingga berhasil meraih berbagai macam penghargaan di dunia catur nasional maupun internasional.

“Catur adalah permainan yang sudah ada sejak berabad-abad lalu. Tapi sampai sekarang belum terpecahkan. Misalnya, bagaimana cara menang yang benar. Pokoknya, yang namanya ilmu catur itu nggak ada habisnya. Ada bermiliar-miliar strategi, dan bermiliar-miliar ide. Juga banyak sekali posisinya,” ucap Irene.

Mahasiswi jurusan Sastra Inggris Universitas Gunadarma ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berjuang dalam kejuaraan Dunia Catur Wanita (Women's World Chess Championship 2015) di Sochi, Rusia. Babak pertamanya digelar pada Selasa (17/3).

Sebelumnya, Irene sudah mengharumkan nama bangsa dengan memenangkan turnamen grand master tingkat mahasiswi dalam penutupan 11th International RSSU Chess Cup “Moscow Open 2015” di Russian State Social University pada Februari silam. Moscow Open merupakan kejuaraan catur terbesar di Eropa. Tahun ini, 1624 peserta dari 29 negara termasuk Indonesia.

Menurut Kedutaan Besar RI di Moskow Rusia, dari 9 babak pertandingan yang dimainkan sejak 31 Januari 2015, wanita berusia 22 tahun ini berhasil mengumpulkan point 7½ (6 kali menang dan 3 remis) mengungguli 9 mahasiswi asal Rusia, Hungaria, Kazakstan, Azerbaijan, Polandia dan Mongolia.