Hakim Federal AS Kembali Batalkan Larangan Perjalanan Trump Terbaru

Kamis, 16 Maret 2017 13:02
Hakim Federal AS Kembali Batalkan Larangan Perjalanan Trump Terbaru

Sooperboy.com - Seorang hakim Federal di Hawaii mengeluarkan perintah nasional pada Rabu malam untuk membatalkan larangan perjalanan atau travel ban terbaru Presiden Trump kepada enam negara mayoritas muslim.

Menurut New York Times, Kamis 16 Maret 2017, keputusan itu bak pukulan menyengat ke Gedung Putih dan menandakan Trump harus memperhitungkan pengaruh pengadilan jika hendak mengeluarkan retorika panas tentang Islam.

Keputusan itu adalah kemunduran besar kedua untuk Trump saat mengeluarkan perintah ekskutif kedua yang dia klaim demi kepentingan keamanan nasional. Upaya pertama untuk membatasi perjalanan dari 7 negara muslim sebelumnya juga berakhir dengan kegagalan bulan lalu setelah pengadilan federal di Seatlle membatalkan perintah itu.

Seperti diketahui, setelah perintah eksekutif pertama Trump dibatalkan pengadilan federal Seattle, Trump kemudian mengeluarkan perintah eksekutif baru tanggal 6 Maret lalu. Bila pada perintah pertama dia melarang kedatangan warga dari tujuh negara muslim, di perintah eksekutif kedua dia menguranginya menjadi hanya enam negara muslim.

Dalam putusannya yang menohok Trump itu, Hakim Derrick K Watson dari Pengadilan Distrik Federal Honolulu menulis "sangat masuk akal obyektivtas pengamat" yang menyebut perintah baru itu "diterbitkan dengan tujuan untuk merugikan salah satu agama tertentu... padahal tujuan agama netral."

Trump sendiri mengecam putusan hakim Watson saat berpidato di Nashville pada akhir hari Rabu kemarin.  "Putusan itu membuat kita terlihat lemah," kata Trump.

Seperti diketahui, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif kedua yang membekukan kedatangan pengungsi  dan permohonan visa baru bagi warga Syria, Iran, Libya, Somalia, Yaman dan Sudan. Pada perintah pertama, dia juga memasukkan Irak. Tapi kemudian mengeluarkan Irak dari perintah eksekutif kedua.

Hakim Watson, mengatakan Negara Bagian Hawai mengabulkan gugatan Ismail Elshikh atas perintah eksekutif kedua Trump itu. Ismail adalah pemimpin dari Asosiasi Muslim di Hawai, dan dianggap punya hak legal melawan perintah yang sangat mendiskrimnasi agama itu.

Apalagi menurut hakim, Ismail merupakan warga negara Amerika asal Suriah. Ia berkepentingan dengan aturan itu karena dia ingin mengajukan visa bagi mertuanya di Suriah untuk masuk ke Amerika tapi terhalangi dengan perintah terbaru Presiden Trump itu.

Dengan putusan hakim federal itu, perintah eksekutif kedua Trump kembali tak memiliki kekuatan hukum memaksa. (eha)

Baca juga:

Kenakan Pita Biru, Bintang Oscar Kutuk Kebijakan Presiden Trump

Amerika Diguncang Demo Trump "Bukan Presiden Saya"

22 Tahun Menikah, Wanita Ini Ceraikan Suami karena Pilih Donald Trump

Dukung Trump, Pria Ini Kehilangan Sahabat Terbaiknya

Dua Elang Botak Terjebak di Got, Pertanda Buruk AS di Bawah Trump?

Trump Menang, Ribuan Pelajar AS Penuh Amarah Turun ke Jalan