Efek Virus Corona, di Negara Asia Ini Marak Penipuan Online

Kamis, 16 April 2020 10:14
Efek Virus Corona, di Negara Asia Ini Marak Penipuan Online

Sooperboy.com - Negara terbesar kedua di dunia, India, tengah berada dalam lockdown nasional selama tiga minggu untuk memerangi penyebaran virus corona. Tetapi itu tidak menghentikan lonjakan aktivitas kriminal online.

Ketika 1,3 miliar orang India tinggal di rumah, pihak berwenang telah melaporkan lonjakan aktivitas kejahatan dunia maya. Termasuk kasus satu orang yang berusaha menjual patung terbesar di negara itu.

Menurut Fox News, Kamis 16 April 2020, Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan pada 24 Maret tentang lockdown atau penutupan negara secara nasional selama 21 hari. Orang-orang di India diizinkan meninggalkan rumah mereka hanya untuk membeli keperluan pokok dan berobat.

Pejabat kementerian dalam negeri Federal mengatakan bahwa ada lonjakan sebesar 86 persen untuk kejahatan dunia maya selama empat minggu terakhir ketika pandemi ini membuat dunia berhenti.

Dan salah satu dari kasus itu, adalah seseorang yang secara online mencoba menjual patung terbesar di negara itu seharga U$ 4 miliar atau Rp 63 triliun, seraya mengklaim hasilnya akan digunakan  pemerintah negara bagian Gujarat untuk mendanai perang terhadap Covid-19.

"Patung Persatuan" menggambarkan Sardar Vallabhbhai Patel, salah satu pendiri India dan diresmikan pada Oktober 2018 di Kevadia, di negara bagian barat Gujarat. Tingginya hampir dua kali tinggi Patung Liberty di New York.

Para pejabat mengatakan bahwa scammers telah membuat situs versi palsu dari ‘PM CARES Fund" yang diluncurkan oleh PM Modi untuk melawan virus corona dan mereka terlihat mirip dengan situs resmi.

Banyak orang India dan perorangan yang diidentifikasi sebagai Warga Non-Penduduk India (NRI) telah menjadi korban.

"Kami telah menerima lebih dari 8.300 pengaduan dari orang-orang di seluruh India dan NRI yang telah menyumbangkan ribuan dolar ke rekening palsu," kata seorang pejabat senior kementerian dalam negeri.

Lockdown selama 21 hari di India akan berakhir minggu depan, tetapi pejabat regional meminta pemerintah untuk memperpanjangannya.

Kepala menteri negara bagian selatan Telangana mengatakan bahwa sementara ekonomi terpukul, menyelamatkan nyawa penduduk jauh lebih penting.

“Saya akan me-lockdown negara bagian ini lebih jauh setelah 15 April. Karena, kita dapat pulih dari masalah ekonomi. Tapi, kita tidak bisa mendapatkan kehidupan kembali," kata K. Chandrasekhar Rao.

Hingga Selasa, ada 4.911 kasus Covid-19 yang dilaporkan di India dengan setidaknya 137 kematian. (eha)

Baca juga:

Tertipu, 11 Orang Pria Menikahi Wanita yang Sama

Patung Rodin Senilai Rp 54 Miliar Ditemukan Telantar di Balai Kota

Setelah Dicuri 60 Tahun, Patung Perunggu Budha Dikembalikan ke Negara Asal

Sosok Patung Kristus Berumur 800 Tahun Dipamerkan ke Publik

Pria China Pulang Kampung Setelah 50 Tahun Terperangkap di India