Dokter Terkenal Ketahuan Tonton Film Porno Menggunakan Komputer Kantor

Rabu, 18 Maret 2020 10:16
Dokter Terkenal Ketahuan Tonton Film Porno Menggunakan Komputer Kantor

Sooperboy.com - Profesor dokter Peter Davies, 70 tahun, seorang dokter ahli tuberkulosis, menggunakan komputer kerjanya setelah istrinya memasang filter pada komputer pribadinya untuk menghentikannya kebiasaan menonton film porno di rumah. Polisi telah dipanggil setelah petugas NHS memeriksa komputernya  di Rumah Sakit Jantung dan Dada Liverpool. Inggris, dan menemukan sang dokter telah menonton gambar porno tentang seseorang yang tengah berhubungan seks dengan kuda dan anjing.

Menurut Metro, Rabu 18 Maret 2020, seorang kepala bagian keuangan menemukan aktivitas penjelajahan yang tidak pantas itu pada bulan Desember 2018. Dan itu terhubung dengan komputer kerja Prof Davies sehingga ia diberhentikan dari kerjanya sebelum dipecat karena pelanggaran berat.

Dokter Davies mengatakan dia telah melihat gambar-gambar porno itu karena penasaran tetapi mengakui dia memiliki masalah. Dia menerima peringatan polisi dan dilaporkan ke Dewan Medis Umum, yang dijadwalkan akan berlangsung hari ini dan dapat mengakhiri karir panjangnya di bidang kedokteran. Prof Davies mengatakan bahwa dia telah kecanduan pornografi sejak dia berusia 18 tahun saat dia mulai membeli majalah porno ketika masih muda, dan pernah melakukan konseling di klinik kecanduan seks.

Dia mengatakan kepada Pengadilan Pelayanan Praktisi Medis: "Bisa dibilang, sepanjang masa dewasa saya, sejak remaja, saya punya masalah dengan pornografi. Saya dulu membeli majalah porno. Tetapi setelah internet muncul, ada kemungkinan lebih banyak akses."

"Akibatnya saya akan mengakses porno di rumah. Dan pada tahun 2010 saya membuat pengakuan kepada istri saya," ujarnya.

Selama penyelidikan, dia mengakui merasa "wajib melihat pornografi selama beberapa puluh tahun terakhir."

Ketika ditanya apakah dia melihat film porno di rumah, dia berkata: "Tidak, saya tidak bisa. Istri saya ada di rumah. Dia meletakkan filter di semua komputer saya (yang menyumbat akses ke saluran pornografi). Saya sudah memiliki masalah ini sebelumnya. Saya sudah melakukan beberapa konseling dan saya sempat berhenti selama dua tahun."

Profesor Davies, membandingkan kecanduannya akan pornografi dengan kecanduan alkohol.

Dia berkata: "Ini ada hubungannya dengan hormon di otak. Ini merupakan penjelasan bagi saya... sehingga saya bisa sangat bodoh untuk mencari materi pornografi melalui komputer kerja. Saya mendapat gelar dari Universitas Oxford, saya seorang dokter, dan saya melakukan hal bodoh seperti ini."

"Saya pikir saya sadar itu bukan sesuatu yang bisa disembuhkan tetapi bisa dihindari dengan adanya dukungan. Saya belum menonton pornografi sejak polisi memperingatkan saya," katanya.

Jennie Ferrario, dari Dewan Medis Umum, mengatakan: GM GMC mengakui Dr Davies telah menunjukkan wawasan dan mengambil beberapa langkah untuk memperbaiki perilakunya. Namun, perilaku ini tidak akan menjadi subjek perbaikan cepat seperti yang ditunjukkan oleh fakta dalam kasus ini.

"Dia menerima bahwa dia telah mengakses pornografi selama beberapa tahun... Dia juga sebelumnya telah melakukan beberapa konseling dan sempat berhenti selama beberapa tahun dan kemudian mulai mengaksesnya lagi. Apa yang dia lakukan di waktu kerja jauh dari mempraktikkan kedokteran secara baik dan aman," ujarnya.

Pengacara Davies, Fiona Robertson, mengatakan: "Tidak ada risiko langsung kepada pasien, ia belum memiliki kontak pasien sejak pensiun dan ia membuat rujukan ke polisi dan penyelidik GMC. Tindakannya memang berada di bawah standar yang diharapkan publik dari staf medis dan atas dasar ini ia tidak berusaha untuk membantah bahwa kemampuannya saat ini untuk praktik kedokteran terganggu." (eha)

Baca juga:

Saintis: Pornografi Memperburuk Perubahan Iklim

Kampanye, Politisi Pria Ini Pilih Pasang Iklan di Situs Porno

Pria Gugat Orang Tua karena Merusak Koleksi Video Porno Miliknya

Giulani Sebut Trump Pribadi Bayar Rp 1,7 Miliar untuk Bungkam Bintang Porno

Ungkap Perselingkuhan dengan Presiden Trump, Bintang Porno Ini Diancam Seorang Pria