Dokter Peringatkan Ada yang Akan Mati Jika Nekat Lakukan 'Coronavirus Challenge"

Kamis, 2 April 2020 10:14
Dokter Peringatkan Ada yang Akan Mati Jika Nekat Lakukan 'Coronavirus Challenge

Sooperboy.com - Pengguna media sosial kini demam menjilati dudukan toilet dan permukaan lain untuk memenuhi tantantgan yang disebut 'Tantangan virus corona' atau coronavirus challenge. Tapi hal itu diperingatkan bakal membahayakan nyawa manusia.

Video yang mengejutkan itu telah muncul menunjukkan influencer di berbagai platform media sosial melakukan aksi mereka, meskipun sudah ada saran resmi yang mendesak masyarakat untuk mengikuti berbagai langkah-langkah kesehatan guna menghentikan penyebaran pandemi virus corona.

Menurut Metro, Kamis 2 April 2020, seorang influencer tampaknya telah memulai 'tantangan' di TikTok, dengan menjilati dudukan toilet pesawat terbang sementara seorang pria menyanyikan 'waktu korona' di latar belakang.

Ditanya mengapa dia melakukannya, dia berkata: "Saya bosan dengan virus corona yang mendapatkan publisitas lebih daripada saya. Padahal saya selebriti yang sebenarnya."

Dia melanjutkan: "Saya baik-baik saja ... Tapi saya mnerasa demam ... kalau itu gejala virus  corna maka saya memang sakit."

Didesak apakah dia peduli bahwa orang mungkin mati karena tindakannya, dia berkata: "Itu masalah mereka."

Belum lama ini seorang influencer asal California, Amerika Serikat yang dikenal dengan nama Larz dilaporkan terinfeksi virus corona setelah sebelumnya sempat melakukan coronavirus challenge dengan cara menjliati dudukan toilet.

Kabar tersebut disampaikan secara langsung oleh Larz melalui sebuah postingan di akun Twitter pribadinya.

"Saya positif terinfeksi virus corona," tulis pria berusia 21 tahun tersebut di Twitter, sambil menunjukkan gambar yang menunjukkan bahwa dia tengah dirawat di rumah sakit.

Menurut laporan, kabar tersebut disampaikan Larz setelah beberapa hari sebelumnya mengikuti coronavirus challenge yang tengah ramai dilakukan oleh sejumlah orang semenjak kasus Covid-19 mulai merebak.

Beberapa video difilmkan di TikTok -platform yang terutama digunakan oleh remaja. Tapi TikTok mengatakan akan menghapus semua konten seperti itu dari situsnya.

Aksi serupa juga telah diposting di Instagram dan Twitter.

Tren ini tampaknya tidak menyebar luas atau disalin oleh sejumlah besar orang, namun, pada malam ini, #CoronavirusChallenge telah dilihat sebanyak 931,6 juta kali di TikTok.

Tetapi tagar utama itu sekarang digunakan terutama oleh organisasi-organisasi seperti Palang Merah Inggris, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para pemberi pengaruh kesehatan untuk memberikan konten informatif tentang pandemi dan praktik-praktik kebersihan yang baik. Video yang menggunakan tagar itu juga menyertakan tautan ke informasi lebih lanjut tentang Covid-19.

Dr John Campbell, yang menjadi terkenal melalui video YouTube tentang virus corona, mengatakan: "Jika orang-orang ini (melakukan tantangan) terinfeksi, mereka akan meninggalkan virus pada permukaan yang mereka jilat, berpotensi menginfeksi lainnya. Jika orang yang terinfeksi kemudian meninggal, ini berarti perilaku aneh ini dapat mengakibatkan kematian orang yang tidak bersalah.

"Jika tidak terinfeksi, virus dapat tertular dari permukaan yang berpotensi terkontaminasi. Ini berarti individu dapat tertular penyakit itu sendiri. Selain itu, mereka dapat menyebarkan penyakit yang telah mereka alami dan menginfeksi orang lain, yang beberapa di antaranya mungkin akan mati," katanya.

NHS atau Departemen Kesehatan Inggris juga menyatakan kemarahannya atas perilaku tersebut.

Nikki Kanani, Direktur Medis dari Primary Care, mengatakan: "Sangat tidak bertanggung jawab bagi orang-orang untuk menempatkan kesehatan mereka sendiri dan kesehatan orang-orang di sekitar mereka pada jalur tanpa alasan lain selain “tantangan” internet tanpa tujuan.".

"Staf NHS kami bekerja sepanjang waktu untuk bersiap merawat mereka yang membutuhkannya selama puncak pandemi. Hal terakhir yang mereka butuhkan adalah tren internet yang tidak perlu menempatkan orang di rumah sakit,’ ujarnya.

Dr Lisa Ackerley berkata: "Jenis kegiatan ini benar-benar tidak bertanggung jawab."

‘Situasi ini bukan masalah mengundang tawa; orang mungkin berpikir mereka tidak terkalahkan tetapi tanpa kebersihan yang baik, siapa pun dapat menjadi sakit dan secara kritis mereka dapat menularkan virus ke orang lain yang lebih rentan yang memiliki peluang lebih tinggi untuk mati," katanya.

Secara global, pandemi viurs corona ini telah menginfeksi sekitar 400.000 orang dan dikaitkan dengan sekitar 17.500 kematian, dan hanya 100.000 orang yang telah pulih.

Seorang juru bicara TiKTok mengatakan: "Keamanan dan kesehatan pengguna kami adalah prioritas utama di TikTok. Seperti yang kami jelaskan dalam Pedoman Komunitas kami, kami tidak mengizinkan konten yang mendorong, mempromosikan, atau mengagungkan tantangan berbahaya yang dapat menyebabkan cedera."

"Konten tersebut merupakan pelanggaran terhadap pedoman kami, dan kami akan menghapus konten yang dilaporkan tersebut.’ tegasnya. (eha)

Baca juga:

Dokter Terkejut Lihat Sebagian Otak Pria Ini Kosong

Dokter dan Tentara Selamatkan Organ Intim Pria Ini dari Ancaman Amputasi

Dokter Keluarkan 13 Kg Kotoran dari Usus Seorang Pria

Dokter Keluarkan Kecoak Hidup dari Telinga Kanan Seorang Pria

Dokter Kembar Bantu Persalinan Bayi Kembar