Dipecat karena Tonton Film Porno, Karyawan Ini Gugat Balik dan Menang

Senin, 17 Oktober 2016 09:07
Dipecat karena Tonton Film Porno, Karyawan Ini Gugat Balik dan Menang

Sooperboy.com - Seorang pria asal Australia yang bekerja sebagai manajer asuransi dipecat karena menggunakan komputer kantor untuk men-download atau mengunduh video porno. Namun pria ini kemudian menggugat balik perusahaan dan menang.

Menurut The Sidney Morning Herald, Senin 18 Oktober 2016, perusahaan asuransi itu harus membayar ganti rugi ke karyawan itu sebesar $ 10.000 Australia karena dinilai telah berlaku tidak adil.

Menurut pengadilan, tuduhan menonton film porno dengan menggunakan alat kantor tidak bisa dijadikan sebagai alasan pemecatan, tanpa ada aturan perusahaan yang mengaturnya.

Mantan manajer asuransi dari Port Macquaries Marter Insurance Brokers, kehilangan pekerjaannya Januari lalu setelah serangkaian peringatan lisan tentang kinerja pekerjaannya yang tidak memuaskan.

Tapi majikannya kemudian mengangkat bukti baru bahwa dia pernah mengakses video porno dari internet dengan alat kantor untuk membenarkan pemecatan tersebut.

Bukti itu terlihat dari riwayat penjelajahan internetnya selama beberapa bulan, yang menunjukkan mantan manajer itu menggunakan perlengkapan kantor untuk melihat, mengunduh dan menyimpan materi poronografi dari internet.

Smarter Insurance juga mengklaim laptop majaner itu juga dipenuhi video seks dan gambar dirinya melakukan hubungan seks, yang tak disangkal oleh sang manajer.

Dalam dengar pendapat di Fair Work Commision, pria ini membela kelakuannya dengan beralasan dia mengunduh video porno itu ketika "saat makan siang" atau "di luar jam kerja."

Dia juga berkata dia "mungkin mengunduh beberapa materi ponografi ketika tengah berjalan-jalan di Jalan Port Macquiere."

Komisioner Ian Cambridge mengatakan menggunakan peralatan kerja untuk mengakses pronografi biasanya akan merupakan kesalahan kerja.

Dia mengatakan ada "peberdaan yang jelas" antara menggunakan Internet untuk kepentingan pribadi, seperti untuk keperluan Internet banking atau mengunduh film porno.

"Kecuali karyawan bekerja di perusahaan industri seks, akan sulit untuk menjelaskan bahwa melihat, mengunduh dan atau menyimpan materi pornografi menunjukkan adanya kaitan dengan pekerjaan dengan menggunakan peralatan kantor," katanya.

Tapi dia menambahkan, tidak ada bukti juga bahwa pihak perusahaan menerapkan atau membuat kebijakan khusus terkait dengan penggunaan alat kerja kantor, dan itu berarti klaim perusahaan tidak bisa jadi alasan yang sah untuk melakukan pemecatan.

"Dalam kondisi khusus untuk kasus ini, kesalahan yang kemudian ditemukan dengan melibatkan akses, pengunduhan dan penyimpanan materi pornografi tidak bisa dibenarkan sebagai alasan yang sah untuk memberhentikan pemohon," katanya.

Karena itu alasan perusahaan memecat mantan manajer itu "sangat cacat," apalagi perusahaan tidak memberi kesempatan untuk mantan manajer itu menanggapi alasan pemecatannya.

Perusahaan kemudian diperintahkan untuk membayar $ 10.000 Australia atau Rp 99 juta --upah selama delapan minggu-- sebagai kompensasi pada pemohon. (eha)

Baca juga:

Donald Trump Tersandung Skandal Video Porno Tahun 2000

Pria Penayang Video Porno di Papan Iklan Jakarta Jadi Sorotan Dunia

Pamela Anderson: Pornografi Hanya untuk Pria Pecundang

Ketik ‘Salam Pramuka’ Di Google Keluar Video Porno

Astaga! Britney Spears Ketagihan Nonton Video Porno