Di Sini Hujan yang Turun adalah Hujan Besi

Senin, 16 Maret 2020 10:14
Di Sini Hujan yang Turun adalah Hujan Besi

Sooperboy.com - Di satu planet yang jauh dan selalu berawan, hujan yang jatuh adalah hujan besi.

Itu adalah temuan terbaru para astronom dari Swiss dan Eropa yang telah mendeteksi awan hujan yang penuh tetesan besi di sebuah planet panas yang berjarak 390 tahun cahaya dari Bumi.

Menurut Huffington Post, Senin 16 Maret 2020, planet raksasa ini sangat panas di sisi yang cerah.

Panasnya bisa mencapai 2.400 derajat Celsius, sehingga besi menguap di atmosfer. Ketika mengembun di sisi malam yang lebih dingin dari planet ini, hampir bisa dipastikan awan itu berubah menjadi hujan besi.

"Seperti tetesan logam yang jatuh dari langit," kata Christophe Lovis dari Universitas Jenewa yang mengambil bagian dalam penelitian ini.

Hujan besi yang turun akan sangat lebat, menurut tim peneliti yang penelitiannya baru muncul Rabu lalu di jurnal Nature.

“Ini seperti di industri baja berat di Bumi tempat mereka melebur besi, dan Anda melihat logam yang meleleh dan mengalir ini. Itulah yang kita bicarakan di sini,” kata Lovis.

Ditemukan hanya beberapa tahun yang lalu, planet yang disebut Wasp-76b hampir dua kali besarnya dari ukuran Jupiter, yang terbesar di tata surya kita, namun membutuhkan waktu kurang dari dua hari untuk mengorbit bintangnya. Karena rotasi planet sesuai dengan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu orbit, sisi yang sama selalu menghadap bintang.

Menurut para peneiliti, jadi selalu siang hari di sisi yang menghadap bintang, dengan langit yang cerah. Dan selalu malam hari di sisi malam, di mana suhu turun menjadi sekitar 1.500 derajat Celsius dan langit terus-menerus mendung dengan curah hujan besi.

Angin kencang yang berhembus lebih dari 18.000 km per jam terus-menerus menyapu sebagian besi yang diuapkan dari sisi siang hingga malam di planet ini. Di dalam zona transisi siang-ke-malam.

"Namun, yang mengejutkan, kita tidak melihat uap besi di pagi hari," kata pemimpin ilmuwan peneliti David Ehrenreich dari Universitas Jenewa.

Para astronom menyimpulkan penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa hujan besi terjadi di sisi malam.

Ehrenreich dan timnya mempelajari planet Wasp-76b dan iklim ekstremnya dengan menggunakan instrumen baru pada Very Large Telescope European Southern Observatory di Chile.

Sementara besi yang menguap sebelumnya telah terdeteksi di bagian permukaan yang lebih panas. Di Wasp-76b, ini adalah pertama kalinya kondensasi besi terlihat. (eha)

Baca juga:

Pria Buka Lemari Besi yang Sudah Terkunci 40 Tahun dengan Sekali Coba

Penis Seorang Pria Terjebak di Lubang Barbel Angkat Besi

Main Petak Umpet, Anak Laki-laki 9 Tahun Malah Terkunci di Lemari Besi

Pria Ini Terpilih untuk Tinggal di Planet Mars

Pria Bangun Pesawat Luar Angkasa untuk Kunjungi Planet dari Novel Ciptaannya