Di Daerah Tujuan Wisata Terindah di Dunia Ini Marak Pembunuhan

Selasa, 13 Maret 2018 14:29
Di Daerah Tujuan Wisata Terindah di Dunia Ini Marak Pembunuhan

Sooperboy.com - Cancun, salah satu daerah tujuan wisata terindah di dunia yang berada di Meksiko, kini terancam menjadi kota hantu dan ditinggalkan pengujungnya.

Pasalnya, pembunuhan begitu marak di daerah wisata tersebut.

Menurut New York Post, Selasa 13 Maret 2018, Cancun terkenal dengan pantai berpasir putihnya yang spektakuler dan perairan biru kehijauan. Daerah itu menjadi idaman turis asing.

Namun, daerah itu kini berada dalam genggaman gelombang kejahatan yang brutal dan mengancam para turis untuk meninggalkannya menjadi kota hantu.

Terletak di negara bagian Meksiko, Quintana Roo, keadaan sangat buruk di Cancun. Tingkat pembunuhan telah berlipat ganda dalam satu tahun terakhir, dengan 169 pembunuhan di paruh pertama tahun 2017.

Di tengah perdagangan narkoba yang berkembang pesat dan pemerasan yang meluas, ketakutan pun merajalela sementara sebagian besar pembunuhan itu tidak terpecahkan. Sekarang, situasinya sangat mengerikan sehingga industri pariwisata bernilai miliaran dolar itu pun terancam.

Wartawan Inggris, Krishnan Guru-Murthy, baru saja pergi ke Meksiko untuk Special Broadcasting Service, sebuah kantor berita  publik di Australia. Ia datang untuk menyelidiki mengapa pembunuhan tersebut terjadi. Guru-Murthy tertegun dengan apa yang dia temukan.

"Ini adalah salah satu pemandangan terindah di dunia dan kami satu-satunya orang di sini," kata Guru-Murthy dari pantai utama Cancun.

Kemudian, tepat sebelum matahari terbenam, dia mendapati dirinya berada di tengah tempat kejadian perkara, ketika seorang pria ditembak di pasir. Empat pria masuk melalui sebuah hotel mewah dan menyerang pria tersebut, yang kemudian meninggal di rumah sakit.

Guru-Murthy juga terkejut dengan tidak adanya kehadiran polisi. Banyak turis tidak menyadari pemandangan mengerikan itu hanya beberapa meter jauhnya dari tempat mereka berada.

(Pembunuhan di Cancun, lokasi wisata terindah di Meksiko)

"Sepertinya polisi tidak ingin ada yang memperhatikan kasus itu. Ada keributan tapi minimal, dan hampir tidak ada perwira polisi di sini, "katanya.

Jadi mengapa pembunuhan ini terus terjadi?

"Kami diberitahu bahwa politisi lokal di sini telah menekan pers untuk tidak melaporkan kekerasan di daerah ini. Karena jika para wisatawan takut dan pergi dari sini, ini akan menjadi bencana ekonomi tidak hanya bagi Cancun, tapi juga untuk Meksiko."

Bahkan, ketika seorang komandan polisi terkenal, istri dan keponakannya ditembak mati, dalam insiden terpisah saat kunjungan Dateline, tidak ada yang ditangkap.

Ada kekhawatiran bahwa Cancun kini berada di ambang kehancuran dan bisa menghadapi kematian yang serupa dengan Acapulco, yang dulunya adalah salah satu lokasi paling glamor di dunia namun sekarang menjadi ibukota pembunuhan di Meksiko.

Guru-Murthy juga mengunjungi Acapulco. Dan hanya lima menit setelah mendarat, dia diberitahu tentang adanya lokasi penemuan empat mayat --termasuk mayat anak-anak.

Satu malam lagi selama tinggal, dia mendengar suara tembakan: Seorang sopir taksi telah terbunuh di jalanan.

Penyidik ​​di Acapulco benar-benar kewalahan. Mereka sering harus mengunjungi 10 tempat pembunuhan dalam sehari.

Pasukan patroli terlihat di jalan-jalan kota dan pantai. Namun pemerasan dan pembunuhan tetap marak dan banyak bisnis terpaksa ditutup. Tidak ada turis asing yang terlihat. Sangat berbahaya berada  di sini.

Seorang pengusaha lokal bernama Lara, yang menutup bisnisnya, menjelaskan: "Mereka tiba suatu hari dan meminta antara 15.000 dan 20.000 peso (Rp 11 juta dan Rp 13,7 juta) sebulan. Mungkin sekitar 30 atau 40 persen dari omset kita. "

"Tidak baik berjalan di jalan dan menemukan seseorang terbunuh. Sangat menyedihkan mengetahui bahwa teman Anda telah dieksekusi. Petugas medis, supir taksi, dokter, pebisnis ... tidak ada kelas sosial yang terbebas dari pembunuhan," ujar Lara.

Pemerasan tidak hanya terjadi di kota. Di desa-desa pesisir terdekat --tempat polisi jarang datang-- bahkan penduduk setempat terpaksa membuat keamananan swadaya untuk melindungi diri mereka sendiri.

Rene Ozuna, seorang nelayan di Barra Vieja, Acapulco, telah mengilhami masyarakat setempat untuk bangkit melawan kelompok penjahat dengan membentuk kelompok-kelompok warga yang disebut Polisi Komunitas.

"Kami telah membunuh sekitar enam atau tujuh orang," katanya. "Tapi hanya penjahat, pemeras. Penjahat yang telah memotong orang menjadi beberapa bagian. Dalam kehidupan sipil, saya orang baik," ujarnya.

Akankah kota wisata Cancun akan menyusul menjadi kota Acapulco kedua? (eha)

Baca juga:

Obat Anti-Merokok Champix Mendorong Pria Ini Bunuh Diri

Tak Terbukti Membunuh, Pria Ini Diberi Ganti Rugi Rp 202 Miliar

Pria Ini Sudah Cegah 40 Orang Bunuh Diri dari Jembatan Yangtze

Koran Lokal di Meksiko Tutup karena Maraknya Pembunuhan Wartawan

Mahasiswa Ini Jadi Pahlawan Setelah Gagalkan Aksi Bunuh Diri