Buku Mike Tyson Ulas Cus D'Amato, Pelatih yang Menjadikannya Juara

Rabu, 31 Mei 2017 11:53
Buku Mike Tyson Ulas Cus D'Amato, Pelatih yang Menjadikannya Juara

Sooperboy.com - Pada suatu malam di bulan November 1986, kerumunan besar orang berkumpul di Las Vegas mengelilingi sebuah ring untuk sebuah acara yang dijuluki sebagai "Hari Penentuan."

Menurut NPR, Rabu 31 Mei 2017, Muhammad Ali ada di sana, bersama dengan selebritis Sylvester Stalone, Eddie Murphie dan Rob Lowe. Di tengah ring, berdiri seorang wasit dan dua petinju yang akan bertarung: Mike Tyson dan Trevor Berbick.

Tyson baru berumur 20 tahun dan berharap bisa menjadi juara tinju kelas berat termuda dalam sejarah.

Hari ini, dia mengatakan dia tak akan pernah menjadi juara dunia termuda jika bukan karena pelatih Constantine "Cus" D'Amato, seorang pria yang disebut Muhammad Ali sebagai "kitab suci tinju."

Tyson mengatakan D'Amato lah alasan dia memiliki karir tinju begitu legendaris. Itu juga yang membawa NPR mengunjungi rumah Tyson di Las Vegas.

NPR harus melewati beberapa gerbang untuk sampai ke sana. Lalu istri Tyson, Kiki, menyambut dan mempersilahkan ke dekat kolam renang. Mike Tyson lalu datang dengan perlahan dan kaku serta menggunakan celana jeans ketat. Sekilas Tyson lebih kecil dari yang Anda bayangkan, dan langsing, dengan tangan yang halus.

NPR datang mewawancarai Tyson untuk buku barunya yang berjudul "Iron Ambition, My Life with Cus D'Amato." Buku itu bercerita secara khusus tentang pelatihnya D'Amato. Di buku itu Tyson menceritakan bagaimana dia bertemu dengan pelatihnya itu.

Tyson menyebut dirinya dulu "anak nakal." Keluar masuk sekolah, mencuri, berkelahi. Kemudian pada tahun 1980, seorang penjaga sekolah membawa Tyson ke tempat pelatihan tinju milik D'Amato di Catskill, New York.

Setelah melihat aksi Tyson beberapa menit di ring, D'Amato langsung memproklamirkan anak itu kelak akan jadi juara dunia. Jadi, apa yang dia lihat dari Tyson?

"Saya tidak tahu," kata Tyson. "Saya sempat memikirkannya sendiri. Bagaimana dia tahu? Dari semua anak-anak yang pernah berada di sekitar saya, bagaimana dia tahu saya adalah orang yang akan melakukannya?"

Awalnya, Tyson tidak percaya pada pandangan itu. Namun dia kemudian mulai berlatih dengan D'Amato, dan perlahan-lahan mulai percaya dia bisa melakukannya. "Kami memiliki banyak mimpi, harapan... Menjadi juara dunia, itulah semua yang kami pikirkan."

Tyson membandingkan hubungannya dengan pelatihnya itu seperti hubungan ayah dan anak. Ia lalu berhenti sesaat. "Maafkan saya. Terkadang saya tersedak karena haru," kata Tyson. Apakah karena dia merindukan pelatih tua itu? "Iya," katanya.

Tapi Tyson dan D'Amato memiliki hubungan yang rumit. Petinju itu menulis dia tak ingin mengecewakan pelatihnya, maka dia melemparkan dirinya ke dalam peran petinju yang sombong.

Tyson sadar bertubuh lebih kecil dari petinju lainnya. Tapi itu tak menghalanginya bersikap sombong. "Saya sombong. Saya memandang rendah petinju lain. Saya selalu berkata, 'Tidak ada yang akan mengalahkan saya. Saya adalah petarung terbesar di dunia.'"

Tyson memenangkan kejuaraan tinju pertamanya. Dan, kembali ke pertarungan tahun 1986, D'Amato tidak lagi berada di sisinya. Pelatih itu meninggal pada tahun 1985 pada usia 77 tahun. Namun Tyson berhasil mengalahkan Brebick dan menjadi juara dunia kelas berat termuda dalam sejarah.

Dan, setelah kematian D'Amato kehidupan Tyson berubah. Ada lebih banyak kemenangan tinju, tentu saja, tapi ada juga minuman keras, obat-obatan dan tuduhan perkosaan pada tahun 1992.

Dalam bukunya Tyson menulis: "Cus membuat saya merasa menjadi orang yang menyakiti orang lain adalah mulia."

Karir tinju Tyson melesat cepat ke atas bak meteor. Namun tanpa D'Amato Tyson juga meluncur ke bawah dengan cepat. Ia mulai tak disiplin berlatih hingga dia tak lagi menjadi petinju paling ditakuti di planet ini.

Tanpa D'Amato di sisinya, Tyson kehilangan orang yang memandu hidupnya.

Setelah mundur dari tinju, Tyson kini menghabiskan waktunya bersama keluarga di Las Vegas. "Hidup saya sekarang adalah kehidupan keluarga saya. Saya tidak memiliki kehidupan di luar itu. Saya tidak pernah lagi mencicipi kehidupan malam. Itu semua sudah berakhir."

Bagaimana Tyson melihat hubungannya kembali dengan D'Amato? "Saya beruntung bertemu pria itu," kata Tyson. "Kami adalah dua orang yang bukan siapa-siapa dan kemudian bersatu untuk menjadi sesuatu..."  (eha)

Baca juga:

Kocak! Petinju Tengil Ini K.O dengan Sekali Pukul

Petinju Kebanggaan Dunia Muhammad Ali Tutup Usia

Seperti Ini Jika Petinju Jadi Pelukis

VIDEO: Pria Tinju Kangguru Jadi Viral dan Hebohkan Netizen

VIDEO: Justin Bieber Tinju Wajah Fans Hingga Berdarah