Berani Ambil Resiko, Karya Kris Antoni ‘Toge Production’ Kini Mendunia

Sabtu, 28 Mei 2016 09:00
Berani Ambil Resiko, Karya Kris Antoni ‘Toge Production’ Kini Mendunia

SOOPERBOY - Bagi Anda pecinta game pasti pernah mendengar atau mungkin bermain game Zombi Cage dan Infectonator. Ya, di balik lahirnya  game-game tersebut ada sosok bertangan dingin bernama Kris Antoni.

Kris merupakan CEO dan owner dari Toge Production, sebuah studio game developer yang melahirkan berbagai macam game termasuk diantaranya yang sudah disebutkan di atas.

Bersama seorang temannya Sudarmin Then, Kris mendirikan Toge Productions dengan serangkaian masa-masa awal yang sulit. Meskipun demikian, Toge Productions kini telah menjadi salah satu studio indie Indonesia yang paling sukses dan beberapa produknya menjadi merek global.

Toge Productions dimulai pada tahun 2008 ketika dua sahabat karib ini memutuskan mengikuti kompetisi desain game. Kris bertindak sebagai seniman dan Sudarmin bertindak sebagai programmer. Kris memilih nama Toge karena tumbuhan ini memiliki filosofi selalu bertumbuh.

Meski gagal di kompetisi, Kris dan Sudarmin akhirnya memutuskan berani berhenti dari pekerjaan tetap mereka dan sepenuhnya mendedikasikan waktu untuk mengembangkan game, dunia yang selama ini dicintai Kris sejak duduk di bangku SMP hingga SMA. Bagi mereka, Indonesia harus memiliki industri game yang kuat dengan mendirikan game developer karya anak bangsa.

Terjun ke dalam industri game rupanya mendapatkan cobaan berat di awal permulaan. Lulusan Computer Science di Australia ini mengaku ditentang oleh kedua orang tua, “Dulu masyarakat masih ada stigma negatif terhadap game, keluarga mempertanyakan cari uang dari game developer gimana jadinya?,” ucap Kris saat ditemui Sooperboy dalam peluncuran game online Closers Online.

Selain itu berbekal dua unit komputer dan modal yang sangat minim, kedua entrepreneur ini rela mengerjakan sebagian besar pekerjaan mereka di garasi mobil milik Sudarmin.

Selama 4 bulan keduanya membangun bisnis game developer dengan berbagai rintangan, mulai dari menghirup knalpot mobil setiap pagi, barang-barang berharga seperti laptop dan handphone dicuri oleh asisten rumah tangga, hingga rela makan mie instan setiap hari guna menabung untuk modal bisnis, Toge Productions.

Pada tahun 2009, Toge Productions berekspansi dengan merangkul teman lama mereka sewaktu sekolah, yaitu Andrew Jeremy dan Timothy Bernard. Toge Productions secara perlahan mampu beranjak ke tingkat berikutnya.

“Kalau kamu nggak berani mengambil resiko, kamu juga nggak akan bisa meraup kesuksesan yang besar. Semua hal pasti ada resikonya,” ucap Kris.

Berbekal kesuksesan karya mereka yang bertajuk Infectonator, pada tahun 2010 Toge Productions akhirnya merelokasikan tempat mereka bekerja dari sebuah garasi mobil menuju blok perkantoran di Jakarta.

Toge Productions berkomitmen untuk konsisten memproduksi “game single player yang bagus dan engaging.” Perusahaan ini juga memutuskan untuk konsisten membuat game premium.

Pada tahun 2012, Toge merilis game yang bisa dibilang paling sukses hingga saat ini: Infectonator 2 yang telah dimainkan lebih dari 11 juta kali di Kongregate dan Armor Games. Versi mobilenya, yang dikenal hanya sebagai Infectonator, telah di-download sekitar satu juta kali di Google Play dan iOS.

Keberhasilan Infectonator 2 dan game lainnya memungkinkan Toge memperbanyak timnya dan mempersiapkan diri untuk proyek yang paling ambisius: game PC Infectonator: Survivors. Dan, pada tahun 2014, Toge Productions mendapat penghargaan Best Desktop Game di ajang Indie Prize Casual Connect Asia.

Saat ini, Kris menyebut situasi Toge Productions sebagai perusahaan yang mandiri dan berdiri secara indie namun memiliki produk yang mendunia.