Apoteker Pria Ini Mengaku Bersalah karena Merusak Ratusan Dosis Vaksin COVID-19

Kamis, 4 Februari 2021 10:14
Apoteker Pria Ini Mengaku Bersalah karena Merusak Ratusan Dosis Vaksin COVID-19

Sooperboy.com - Seorang pria Wisconsin, Amerika Serikat, setuju untuk mengaku bersalah di depan hakim pada Selasa lalu karena merusak dosis vaksin Moderna COVID-19 pada akhir Desember 2020.

Menurut NPR, Kamis 4 Februari 2021, dia menghadapi dua tuduhan mencoba merusak produk konsumen dengan mengabaikan risiko bahwa orang lain akan ditempatkan dalam bahaya kematian atau cedera tubuh. Masing-masing tuduhan membawa hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda U$ 250.000 atau Rp 3,5 miliar.

Apoteker berusia empat puluh enam tahun, Steven Brandenburg, sebelumnya bekerja di bagian shift malam di Aurora Medical Center di Grafton, Wisconsin.

Dan pada malam hari tanggal 24 dan 25 Desember, dia mengeluarkan kotak khusus vaksin Moderna dari lemari es apotek selama beberapa jam, kata pejabat Departemen Kehakiman.

Brandenburg, yang telah menghabiskan 23 tahun terakhir sebagai apoteker bersertifikat, mestinya tahu hal ini akan membuat vaksin inert atau kurang efektif.

Otoritas Food and Drug Administration, Biro Investigasi Federal (FBI) dan Departemen Kepolisian Grafton mulai menyelidiki laporan dugaan tindakan sabotase Brandenburg pada akhir Desember. Agen penyelidik melakukan wawancara dengan staf rumah sakit, mengumpulkan rekaman kamera pengawasan CCTV dan meninjau catatan elektronik.

Selama penyelidikan mereka, pihak berwenang menemukan bahwa Brandenburg percaya pada serangkaian teori konspirasi dan gagasan tentang "sejarah alternatif". Dia berbagi keyakinan ini dengan rekan kerja di pusat medis. Ia juga mewaspadai vaksin, terutama vaksin Moderna COVID-19.

Lima puluh tujuh orang di pusat medis itu telah menerima dosis vaksin yang diduga telah dirusak oleh Brandenburg. Masih belum jelas apakah dosis tersebut dianggap tidak efektif.

"Apoteker termasuk di antara beberapa profesional paling tepercaya," kata Robert Hughes, Agen Khusus FBI di Milwaukee.

"Orang ini menggunakan akses khususnya untuk merusak botol dari vaksin COVID-19 yang sangat dibutuhkan. FBI menanggapi tuduhan perusakan produk konsumen dengan sangat serius dan akan menggunakan semua sumber daya yang tersedia untuk membawa mereka ke pengadilan karena dengan sengaja membahayakan kesehatan masyarakat," ujarnya. (eha)

Baca juga:

Setengah Juta Hiu Kemungkinan Bakal Dibunuh untuk Mendapatkan Vaksin Virus Corona