Apakah di Masa Depan Robot akan Beragama?

Jumat, 7 Agustus 2015 18:49
Apakah di Masa Depan Robot akan Beragama?

SOOPERBOY - Begitu pesatnya laju teknologi membuat sesuatu yang mulanya tidak terbayangkan terjadi, menjadi dapat direalisasikan. Sebelumnya, telah dibuat robot yang bisa mengenali atau peka terhadap perasaan manusia. Begitu juga, diprediksi, robot akan menjadi teman manusia dalam berhubungan intim. Bahkan, di Jepang, ada hotel yang karyawannya menggunakan jasa robot.

Berdasarkan hal tersebut, seolah tidak ada yang tak mungkin dibuat dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Pertanyaan selanjutnya (yang rasanya tak mungkin) adalah apakah robot akan memiliki agama di masa depan?

Hingga saat ini sejatinya kecerdasan buatan (artificial intelligence) masih dalam tahap pengkajian para ilmuwan. Sudah banyak kontroversi yang mengiringinya, termasuk yang datang dari kalangan ilmuwan sendiri. Banyak di antara mereka menganggap kecerdasan buatan akan berbahaya bagi kehidupan manusia, sebagaimana teknologi nuklir. 

Salah satu ilmuwan yang berpendapat demikian adalah Elon Musk. Meski begitu, pria 44 tahun yang juga CEO dari SpaceX ini juga sempat mempertanyakan apakah tidak mungkin nanti robot, melalui kecerdasan buatannya, dapat percaya kepada agama dalam rangka berbuat kebaikan?

Pertanyaan semacam itu sempat diulas oleh Dylan Love di Daily Dot, Rabu (5/08/2015). Dengan mengutip Lincoln Canon, presiden Mormon Transhumanist Association, Love menyebut bahwa adalah sangat mungkin jika suatu saat kecerdasan buatan dapat membuat robot percaya kepada agama, sebab dalam dunia komputerisasi tak ada “hukum” untuk melarang itu semua.

Adapun kekhawatiran Canon adalah adanya upaya terselubung dari kaum anti-agama untuk menjadikan hal tersebut sebagai bagian dari propaganda mereka.

“Tentunya nanti akan ada banyak dukungan dari kaum anti-agama yang memang kerap membayangkan bagaimana kecerdasan mesin digabungkan dengan konsep agama,” ujar Canon seperti dilansir Daily Mail, Kamis (6/08/2015).

Bagi Canon, kecerdasan buatan dalam beragama nantinya dapat menjadi hal yang sangat baik atau justru sangat baik. Tergantung bagaimana proses penyatuan kedua hal tersebut. Wow! Bagaimana pandangan Anda?

Penulis: Edward