Amerika Diguncang Demo Trump "Bukan Presiden Saya"

Selasa, 21 Februari 2017 13:02
Amerika Diguncang Demo Trump

Sooperboy.com - Dua bulan setelah Donald Trump dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat, demo anti-Trump kian marak. Setelah kebijakan kontroversialnya yang melarang warga enam negara muslim masuk AS dibatalkan oleh Pengadilan Federal, rakyat terus mengguncang Trump dengan demonstrasi besar-besaran.

Menurut USA Today, Selasa 21 Februari 2017, hari Senin kemarin yang merupakan hari libur President Day, telah digunakan aktivis anti-Trump untuk menggelar demontrasi nasional bertema "Hari Bukan Presiden Saya."

Sementara sebagian besar pegawai pemerintah, pelajar dan staf pengajar menikmati hari libur federal itu, demo besar-besaran tetap berlangsung di New York, Chicago, Los Anggeles dan dua lusin kota lainnya.

Di New York, ratusan pengunjuk rasa berkumpul pada tengah hari di Colombus Circle, rumah bagi patung Cristopher Colombus dan Trump International Hotel dan Tower. Aksi itu memaksa polisi berjaga-jaga.

Di seberang hotel, pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel "Hey hey, ho ho, Donald Trump harus turun." Sementara ribuan lain berkumpul di jalan-jalan.

Banyak orang membawa poster. Salah satunya menyatakan "Amerika harus mengatakan tidak pada babi fasis." Sementara satu poster bertulis: "Tidak, kami menolak Amerika menjadi negara fasis."

"Keluarga saya berimigrasi ke negara ini dari Republik Dominika," kata Maria Amoldinado, 23 tahun, dari Yongkers, New York. Ia mengaku ikut dalam demo itu karena kebijakan imigrasi Presiden Trump merupakan momok otoritarianisme.

"Buyut dan kakek-nenek saya datang ke sini untuk keluar dari kemiskinan dan untuk menjauh dari kediktaktoran Presiden (Rafael) Trujillo. Sekarang saya tidak ingin keluarga saya hidup di bawah rezim totaliter baru," ujarnya.

Pengunjuk rasa lainnya, John Winterton, 33 tahun dari Hasting-on-Hudson, New York, bergabung dalam demo karena tidak suka dengan perlakuan Presiden Trump pada pers Amerika. Sebelumnya Trump menyebut media massa Amerika adalah musuh rakyat karena banyak membuat berita palsu tentang dirinya.

Seraya menunjuk ke deretan truk televisi berita yang hadir, John berkata: "Mereka di sini untuk memberi sinar terang kebenaran, bukan untuk membuat berita palsu."

"Kadang-kadang pers mendapatkan info yang salah, tetapi mereka biasanya memperbaiki dengan cepat. Ini bukan berita palsu. Pemalsu sesungguhnya adalah Donald Trump dan 'fakta alternatif' yang dibuat timnya," kata John.

Di Los Angeles, sekitar 1.000 pendemo mengepung Balai Kota seraya meneriakkan yel-yel "Bukan Presiden Saya!"

Susan Walker dari Los Angeles mengatakan demo ini mirip seperti demo protes Perang Vietnam pada tahun 1960an yang kemudian membawa perubahan. "Kami berhasil memaksa Kongres mendengarkan kami," ujarnya.

Menurut dia, lebih baik turun ke jalan untuk demo ketimbang diam di rumah dan marah-marah sepanjang hari karena kelakuan Presiden Trump. (eha)

Baca juga:

Dua Elang Botak Terjebak di Got, Pertanda Buruk AS di Bawah Trump?

Trump Menang, Ribuan Pelajar AS Penuh Amarah Turun ke Jalan

Tom Hanks Jelaskan Kenapa Donald Trump Tak Layak Jadi Presiden

4 Wanita Tuduh Donald Trump Mencium dan Meraba Tubuh Mereka

Robert De Niro: Saya Ingin Meninju Wajah Donald Trump