Kota dengan Penghuni Mayoritas Wanita Cantik

Senin, 2 Februari 2015 12:45
1 / 6

SOOPERBOY - Anda tentu pernah bermimpi terdampar si suatu kota atau pulau yang hanya berpenghuni wanita-wanita cantik semua? Ternyata, mimpi dan imajinasi Anda itu bisa menjadi kenyataan jika Anda datang berkunjung ke Kota Noiva do Cordeiro.

Ya, Kota Noiva do Cordeiro yang terletak di Tenggara Brasil ini berpenduduk sekitar 600 wanita yang kebanyakan berusia 20-35 tahun. Apakah cantik? Ini Brasil, boys! Kebanyangkan wanita-wanita Brasil dengan goyang Samba-nya?

Menurut Daily Mail, kota ini sebenarnya juga terdapat laki-laki, tetapi sedikit. Dan lagi, para lelaki yang sudah berusia 18 tahun ke atas, biasanya meninggalkan kota tersebut untuk bekerja. Jika beruntung, para lelaki tersebut akan kembali setiap akhir pekan.

Menariknya, wanita di kota tersebut  memiliki wewenang atas semua aspek kehidupan, mulai dari tata kota hingga urusan agama. Menurut salah satu penghuni setempat bernama Rosalee Fernandes, terdapat banyak hal yang dapat dilakukan secara lebih baik oleh kaum wanita dibanding kaum pria.

“Kota kami lebih cantik, lebih teratur, dan jauh lebih tenteram daripada jika pria yang memegang kendali,” ucap wanita berusia 49 tahun tersebut.

Lantas bagaimana nasib wanita dengan kurangnya laki-laki di kota tersebut? Inilah persoalan utamanya dan sekaligus kesempatan bagi Anda yang masih jomblo.

Walaupun penduduk Noiva do Cordeiro memiliki hampir segalanya, masih tersisa satu persoalan bagi para wanita-wanita lajang. Kurangnya bujangan idaman menyebabkan wanita-wanita muda di sana mengundang pria-pria yang berminat, tapi hanya yang berkenan menyesuaikan diri untuk hidup di dunia wanita. Para pria yang berniat ke sana harus mengerti bahwa kawasan di Brasil ini adalah dunia milik wanita.

"Setiap pria yang tertarik dengan salah satu putri kami harus memahami bahwa mereka harus hidup di sini seperti yang kami lakukan. Dalam hal ini, mereka tidak memiliki wewenang apapun," jelas Vilma Viera seperti dilansir dailymail. Wow! Berminat?

Berikut video-nya yang diliput oleh The Telegraph: