Spa Kini Jadi Hiburan Baru Pria Eksekutif

Senin, 14 Agustus 2017 16:02
Spa Kini Jadi Hiburan Baru Pria Eksekutif

Sooperboy.com - Selama satu minggu di musim panas ini, kerumunan orang yang ada di Cal-a-Vie, sebuah resor kesehatan bergaya Provencal yang berada di areal seluas 240 hektar, tampak berbeda.

Menurut The Wall Street Journal, Senin 14 Agustus 2017, pemilik Cal-a-Vie, yakni Terri Havens dan suaminya John, punya kenangan khusus. "Pelanggan kami sekarang 90 persen pria," kata Terri.

Hal itu, kata Terri, sedikit berbeda dengan keadaan 25 tahun lalu ketika resor itu dibuka. Saat itu tempat ini didominasi oleh tamu wanita. Tapi sekarang berbeda.

"Kami tidak pernah bermimpi ketika kami memiliki lebih banyak tamu pria dari wanita di sini," ujar Terri. Tapi itulah yang terjadi sekarang.

Alasan serupa juga terjadi pada gaya hidup spa. "Gambaran saya tentang spa adalah sekelompok wanita yang mengenakan jubah seraya merawat rambut dan kuku mereka," kata Peter Shaper, seorang pendiri perusahan perlengkapan swasta di Houston.

Dan gambaran itu tersebar luas. Sehingga membuat pria menjauh dari tempat spa. Istri Shaper, yang sering mengunjungi spa dengan ibu dan saudara perempuannya, harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membujuk suaminya ke spa.

Alasan istrinya, spa baik bagi kebugaran dan perawatan fisik. Akhirnya Shaper pergi ke Arizona Canyon Ranch, salah satu pusat kesehatan di Amerika.

Di sana dia merasa saran istrinya benar. Di tempat itu dia bersepeda, mendaki dan melakukan aktivitas fisik lainnya. Di situ juga dia pertama kali kenal dengan spa. Termasuk mengunjungi Cal-a-Vie.

Kunjungan pertama Shaper ke Cal-a-Vie kemudian diikuti oleh pria eksekutif yang lain. Termasuk kelompok pimpinan bisnis YPO, the Young Presidents’ Organisation. Setelah itu, dia kembali lagi, dan sekali lagi.

Teman-temannya --sesama CEO dan pengusaha-- mulai memperhatikan. "Saya akan mengoceh tentang hal itu, tapi akhirnya saya berkata 'Dengar, kalian akan terkejut. Anda perlu mencobanya'."

Di antara mereka yang terpengaruh: Chris Papouras, seorang eksekutif industri minyak, yang telah lama menuliskan pengalaman spa pria sebagai "dendam pria metroseksual".

Sebagai gantinya, ia menganggapnya sebagai "pengalaman fisik yang intens", satu-satunya lampu sorot yang bisa "mengenali bagaimana keadaan saya". Pengakuan tersebut mendorong dia melakukan perubahan hidup untuk kebugaran, dan dia pun berkunjung kembali ke spa.

Sementara banyak pria masih merupakan minoritas penikmat spa, usaha industri untuk menarik lebih banyak pria untuk menikmati gaya hidup sehat itu telah terbayar.

Di Primland, sebuah resor di Virginia selatan di mana kegiatannya meliputi berburu, memanjat pohon dan olahraga motor, jumlah pria pengunjung spa yang awalnya cuma 10 persen ketika resor ini dibuka tujuh tahun lalu kini meningkat menjadi 42 persen.

Di Golden Door, sebuah pusat kesehatan Southern California yang bergaya hyperluxe yang bergaya seperti ryokan Jepang, telah terjadi lompatan hampir 70 persen pada klien laki-laki sejak 2012, kata manajer umum Kathy Van Ness.

Resor spa sekarang bahkan menawarkan Men's Camp Week -kamp tidur dengan selai herbal dan pertandingan bola voli air ultra-kompetitif-  yang diadakan enam kali setahun, naik dari hanya dua kali di tahun 2012. Ke depan, dia menambahkan, "Saya rasa kita bisa sampai ke 10. "

Di antara para tamu di pusat kebugaran berikut spa itu adalah koki Ludo Lefebvre, pemilik lima restoran Los Angeles.

Lefebvre mengatakan bahwa dia melakukan kunjungan pertamanya ke Golden Door pada tahun 2015, setelah bertahun-tahun hanya memasak, membuat acara TV, menulis buku dan mengikuti rangkaian festival makanan.

"Saya sedang putus asa," kenangnya. Lefebvre menghabiskan waktunya di sana untuk mendaki, berolahraga, bermain tenis dan bermeditasi. Dia memiliki pelatih pribadi dan pemijatan harian di kamar.

"Saya memiliki kepribadian yang sedikit ekstrem, jadi saya melakukan segalanya untuk pertama kalinya, yang tidak saya rekomendasikan. Tubuh saya sempat sakit," katanya.

Meskipun harganya hanya di bawah U$ 9.000 atau Rp 120 juta untuk tinggal tujuh malam, dia mengaku akan kembali untuk Men Camp Week ketiganya pada bulan September ini.

Bart Lorang, pendiri dan CEO sebuah perusahaan perangkat lunak Denver, adalah penggemar spa.

"Ketika orang mencari sesuatu yang sedikit berbeda, atau tingkat kecemasan mereka tinggi, saya mendorong mereka untuk pergi ke salah satu tempat ini," kata Bart.

"Ini mungkin tampak memanjakan dan mahal, tapi penting untuk disadari bahwa pria juga membutuhkan perawatan."

Berminat mencoba? (eha)

Baca juga:

Panduan Gaya Hidup Pria Milenium

Secret Service Kewalahan dengan Gaya Hidup Trump yang Rumit