Li Ka-shing, Orang Terkaya di Hong Kong, Putuskan Pensiun

Senin, 19 Maret 2018 14:28
Li Ka-shing, Orang Terkaya di Hong Kong, Putuskan Pensiun

Sooperboy.com - Li Ka-shing, seorang pria putus sekolah yang mulai menjual bunga plastik pada usia muda, akan pensiun dari kekaisaran konglomerasi yang membuatnya menjadi orang terkaya di Hong Kong.

Menurut New York Times, Senin 19 Maret 2018, hal itu dinyatakan dia dalam jumpa pers hari Jumat lalu. Ia secara simbolis mengakhiri upaya membangun kekayaan yang telah melewati era koloni Inggris dan kekuasaan China sekaligus.

Li, 89 tahun, yang kerap disebut Superman karena ketajaman insting bisnisnya, awalnya mengembangkan bisnis pabrik plastik olahannya sebelum merubahnya menjadi konglomerasi yang lebih luas.

Dia melakukannya saat Hong Kong masih menjalani transformasi dari sebuah pos perdagangan Inggris menjadi jantung kapitalisme, sebelum akhirnya kembali ke pelukan China, yang kemudian tertutup dari dunia.

Tapi saat China tumbuh, konglomerat Hong Kong seperti Li pengaruhnya mulai memudar digantikan bermunculannya generasi baru bisnis China daratan. Saat ini, orang terkaya di China adalah orang China daratan yang disebut raksasa media sosial.

"Sudah hampir 78 tahun, sejak saat berusia 12 tahun, saya melarikan diri dari perang untuk mencoba mencari pekerjaan di Hong Kong sehingga saya bisa membantu keluarga saya," kata Li, mengacu pada pelariannya dari China yang dilanda perang pada tahun 1940.

Setelah memutuskan pensiun, dia berencana untuk fokus pada badan amal, Yayasan Li Ka Shing.

Li akan menyerahkan konglomerasinya, yang mencakup CK Hutchison dan CK Asset Holdings, kepada putranya Victor Li. Namun dia akan tetap menjadi penasihat senior.

Li memulai perusahaan plastiknya pada usia 22 tahun. Dia cepat mengubahnya menjadi konglomerasi yang sekarang memiliki media massa, hotel, perkapalan, toko bahan makanan dan minyak yang sekarang tersebar di 50 negara.

Dia pernah mengatakan bahwa setiap kali memasuki industri baru, dia akan membeli buku tentang itu untuk mendidik dirinya sendiri.

Ketika memulai perusahaan plastiknya, setiap bulannya dia membeli salinan majalah perdagangan Amerika, Modern Plastics. "Ada begitu banyak informasi di dalamnya," katanya dalam sebuah wawancara Bloomberg Television baru-baru ini.

Dia masuk ke real estat pada tahun 1960an dan 70an. Itu membuatnya  memiliki lebih banyak properti di Hong Kong daripada kelompok lain, selain pemerintah Inggris. Li memiliki beberapa bangunan paling ikonik dan mahal di kota ini, yang nilainya bernilai miliaran dolar.

Tapi yang paling menggemparkan adalah aksi akuisisi Li pada tahun 1979 pada sebuah perusahaan bisnis Inggris lama, Hutchison. Dia juga membeli saham pengendali dalam bisnis dari HSBC, yang telah menebus perusahaan karena perusahaan tersebut bergerak dalam utang yang besar. Ini adalah pertama kalinya orang China mengambil alih perusahaan Inggris, dan ini menandai momen penting dalam struktur kekuasaan Hong Kong yang berubah.

Hampir tidak mungkin tinggal di Hong Kong hari ini tanpa membeli sesuatu dari salah satu toko kelontong atau apotek Li, atau menyewa salah satu apartemennya, atau menggunakan listrik dari perusahaan utilitas milik Li.

Sebagian besar aset Li berada pada CK Hutchison dan Cheung Kong Properties. Nama Cheung Kong adalah bahasa Kanton untuk Sungai Yangtze.

Kekayaan bersihnya kini diperkirakan mencapai sekitar U$ 36 miliar atau Rp 495 triliun. .

Namun ada yang lucu, meski Li memutuskan akan pensiun dan menyerahkan nahkoda bisnis ke anaknya Victor Li.

Ketika seorang reporter mengajukan pertanyaan kepada Victor Li tentang bagaimana rencana investasi masa depan perusahaan, Li  senior malah menyela saat anaknya meraih mikrofon. "Saya akan menjawabnya," kata Li senior.

Agaknya, dia belum benar-benar rela untuk pensiun... (eha)

Baca juga:

Taipan Media Sosial Ini Kini Menjadi Orang Terkaya di China

Pria Terkaya di Afrika Bangun Sekolah Bisnis U$ 3,5 Juta di Nigeria

Jeff Bezos, Orang Pertama di Dunia yang Kekayaannya Tembus U$ 100 Miliar

Bagaimana Pendiri Amazon, Jeff Bezos, Jadi Orang Terkaya di Dunia

Pendiri Amazon Jeff Bezos Depak Bill Gates sebagai Pria Terkaya