El Floridita, Bar Kuba Langganan Sastrawan Ernest Hemingway

Kamis, 27 April 2017 12:36
El Floridita, Bar Kuba Langganan Sastrawan Ernest Hemingway

Sooperboy.com - Siapa yang tak kenal dengan sastrawan Amerika Serikat, Ernest Hemingway? Novelnya "The Old Man and the Sea" membuatnya meraih penghargaan Nobel Sastra pada tahun 1954, dan membuatnya menjadi salah satu sastrawan paling dihormati di dunia.

Menurut NPR, Kamis 27 April 2017, Ernest Hewmingway banyak menulis karya terbaiknya di Kuba. Di sana dia menyukai bangun di pagi hari.

Dia biasanya menciptakan tulisan terbaiknya di pagi hari. Sesekali dia berdiri di depan mesin ketiknya seraya tetap menulis. Dan pada pukul 11 pagi, saat panas ibu kota Kuba, Havana, mulai menyelinap masuk ke kamar sewaannya di Hotel Ambos Mundos, dia tak lagi bisa berpikir pelan-pelan, apalagi menulis.

Jika angin laut sedang bagus, Hemingway biasanya mampir ke Pelabuhan Havana, tempat perahunya "Pilar" biasa bersandar pada tahun 1930an. Tapi pada hari-hari lain, dia akan keluar dari kamarnya bernomer 511. Ia kemudian berjalan kaki melalui Old Havana dari Hotel Ambos Mundos ke bar favoritnya: El Floridita.
 
Mulai diterpa panas pagi di kamarnya yang kecil, Hemingway biasa datang dengan sedikit berkeringat ketika tiba di El Floridita.

Untunglah, sang bartender, Constantino Ribalaigua Vart, sudah menunggu dia datang dengan celemek putihnya, dengan shaker di tangan dan gelas koktail yang berjejer di bar berkayu gelap itu.

Seorang bartender yang baik tahu cara yang benar untuk menyapa seorang pelanggan yang kehausan.

Namun seorang bartender besar tahu Ernest Hemingway bukanlah pelanggan kehausan yang biasa dia temui.

Penduduk setempat memanggil bartender Constantino Ribalaigua Vart sebagai "El Rey de los Coteleros" atau Raja Koktail Kuba.

Dia belajar tentang bar dari ayahnya. Pada tahun 1914, pemuda 26 tahun itu bekerja di belakang meja mahoni di bar El Floridita, bar bergaya Amerika di ujung Obispo Street. Pada tahun 1918, setelah menabung cukup lama, dia memutuskan membeli El Floridita.

Selama tiga dekade berikutnya, Ribalaigua melayani wisatawan, seniman, aktor dan eksptariat. Ia membuat koktail sebagai sebuah kerajinan saat bekerja dengan minuman keras sehingga dianggap "seni." Akhirnya, keahliannya mengolah koktail membuat bar El Floridita menjadi terkenal di dunia.

Perkenalan Hemingway dengan Ribalaigua dan bar El Floridita sesungguhnya tidak disengaja.

Dalam sebuah wawancara dengan NPR, Hillary Hemingway, keponakan Ernest Hemingway, menjelaskan, "Pada awal 1930an, pada suatu hari Hewmingway pergi ke El Floridita untuk menggunakan kamar kecil. Orang-orang di bar yang ditemuinya membual tentang koktail daiquiris yang disuguhkan di sana. Dia memesan satu dan menyesapnya."

"Ernest lalu meminta lagi pada bartender tapi dengan 'sedikit gula dan lebih banyak rum.' Dan begitulah lahir minuman baru bernama Papa Dobles atau Daiquiri Hemingway," kenang Hillary.

Tahun 2017, menandai ulang tahun ke 200 bar El Floridita yang dibuka pertama kali pada tahun 1817. Barnya masih sama seperti pada waktu Ribalaigua hidup, sebuah bangunan plester merah muda dengan tanda lampu di depan.

Tirai yang berat dan batang kayu tua tetap ada. Di ujung meja, ada patung perunggu Ernest Hemingway.

Tapi di belakang bar, semangat Ribalaigua, yang meninggal pada tahun 1952, terus-menerus bertahan dalam keabadian --sosok tersembunyi dan halus dengan pengocok koktail di telapak tangannya, siap menuangkan minuman keras dengan tangan yang dingin, tanpa menumpahkan satu tetes pun. (eha)

Baca juga:

Studi Terbaru: Pria Sekarang Lebih Lemah dari 30 Tahun Lalu

Setelah 41 Tahun, Dua Pria Ini Baru Tahu Tertukar Saat Bayi

Wanita Ini Bantu Pria Gelandangan Bangun Hidup Baru

Awal Tahun Baru, Wanita Cantik Ini Ingin Menikahi Robot

Mabuk, Pasangan ini Kehilangan Anak 5 Tahun di Bar

 


Download lagu terbaru