8 Penyebab Ketombe Berdasarkan Penyakitnya

Selasa, 12 April 2016 03:00
8 Penyebab Ketombe Berdasarkan Penyakitnya

Dari sekian banyak masalah rambut, salah satunya yang sering diderita pria adalah ketombe. Ketombe terjadi ketika kulit kepala kehilangan kelembapannya dan mengering. Dari ketombe, ada beragam efek samping yang telah menanti, seperti rambut patah dan mudah rontok. Berikut adalah beberapa gangguan pada kulit kepala penyebab ketombe yang harus diketahui.

1. Seborrheic Dermatitis

Seborrheic Dermatitis adalah gangguan pada kulit kepala yang terjadi sebagai akibat dari lemak berlebih, atau seborrhea di kulit kepala. Pada akhirnya kondisi ini menyebabkan peradangan pada kulit kepala, yang membuatnya terasa sensitif dan berubah warna menjadi kemerahan.

Penyakit Seborrheic Dermatitis ini bisa disebabkan oleh kekhawatiran yang terlalu tinggi hingga menyebabkan beban pikiran. Selain itu, beragam faktor lain yang memicu tingginya produksi minyak do kulit kepala hingga menjadi tempat berkembang yang baik bagi jamur juga bisa menjadi penyebab dari gejala rambut rontok ini. Untuk meredakannya, diperlukan shampo anti ketombe untuk menghentikan penyebaran jamur dan anti inflamasi agar rasa gatal tidak berlanjut.

2. Kulit Kepala Bersisik

Ketika kulit kepala terlihat muncul ruam-ruam merah, biasanya hal ini dibarengi dengan munculnya sisik-sisik. Dampak dari kulit kepala bersisik ini adalah masalah rambut rontok. Bila dibiarkan bisa memicu kebotakan dan rambut yang menipis.

3. Monilethrix

Monilethrix terjadi dengan pertanda seperti helai-helai rambut yang menggelembung sehingga rambut jadi mudah patah. Monilethrix tidak terjadi pada orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak. Bila terjadi pada anak-anak, mereka akan mengalami rambut rontok sejak dini.

4. Trichothiodystrophy

Penyakit ini adalah suatu kondisi pada rambut yang biasanya berhubungan dengan masalah lain. Trichothiodystrophy ditandai dengan kekuatan rambut yang berkurang dan menjadi rapuh, serta memiliki tingkat sulfur rendah. Hal ini bisa terjadi karena adanya internal dan eksternal yang menurunkan kesehatan rambut.

5. Psorias

Bila sebelumnya penyakit-penyakit yang mempengaruhi kesehatan rambut berhubungan dengan faktor luar, Psorias terjadi karena faktor genetika. Selain menyerang kesehatan kulit di sikut dan lutut, penyakit ini juga berpengaruh pada kesehatan kulit kepala. Gejalanya hampir mirip dengan Seborrheic Dermatitis yang membuat penderitanya merasa gatal di kepala disertai dengan timbulnya ketombe.

6. Pili Torti

Pili Torti dideskripsikan sebagai kantong rambut yang cacat, terlihat berwarna abu-abu keemasan, di mana rambut tumbuh beralur dan rata dengan panjang berbeda dan melintir atau bersimpul pada porosnya. Gejala Pili Torti ini tidak merata pada seluruh rambut. Biasanya hanya beberapa folikel rambut saja yang rusak dan mengalami penyakit ini.

7. Sindrom Netherton

Sindrom Netherton merupakan peradangan pada kulit yang kronis. Bila mengalami penyakit ini, seseorang bakal memiliki cacat batang rambut, atau sering kali disebut sebagai rambut bambu. Bila mengalami sindrom ini, kulit kepala akan terasa bersisik, berwarna kemerahan.
Penggunaan bahan khusus untuk melembapkan kulit kepala bisa membantu untuk meredakan sindrom Netherton ini. Tentunya untuk menjaga agar kulit tidak pecah-pecah.

Selain itu, diperlukan pula asupan protein lebih banyak dan menu makanan teratur untuk melawan sindrom ini.

8. Jamur di Rambut

Pernah membayangkan jamur yang tumbuh pada rambut? Ya, hal tersebut bisa terjadi dan memicu timbulnya ketombe serta rambut rontok. Selain itu, jamur di rambut juga bisa menyebabkan peradangan serta infeksi.

Itulah delapan penyebab ketombe berdasarkan penyakitnya. Mulai dari yang ringan hingga yang terparah. Selalu jaga kesehatan rambut dengan membilasnya dengan sampo anti ketombe secara teratur supaya selalu terlihat indah, serta bebas dari masalah-masalah ketombe atau rambut rontok.