Stop! Memencet Paksa Jerawat Ternyata Berbahaya

Rabu, 30 Maret 2016 11:00
Stop! Memencet Paksa Jerawat Ternyata Berbahaya

SOOPERBOY - Memiliki wajah mulus tanpa jerawat menjadi dambaan semua orang. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kulit bebas jerawat. Bahkan, di antara mereka tidak jarang memilih memencet jerawat karena ingin mengeluarkan isinya agar cepat hilang. Namun, ternyata cara itu tak menyelesaikan masalah dan sangat tidak dianjurkan karena dapat membuat kondisi kulit semakin buruk.

Ketika Anda menekan jerawat, maka sebum, sel kulit mati dan bakteri dipaksa berada di bawah permukaan kulit. Hal ini justru dapat menyebarkan infeksi. 

Dikutip dari Metro, seorang ahli dermatologi menjelaskan bahwa memaksa untuk ‘menguras’ jerawat hanya akan membuat isinya didorong ke kulit sekitarnya, yang dapat menyebabkan kulit sekitar justru terinfeksi.

Konsultan dermatologi di Rumah Sakit St Vincent di Melbourne, Michelle Rodrigues, mengatakan bahwa hampir semua jerawat akan mereda tanpa intervensi apapun. "Memencet dan mencoba untuk mengeluarkan isi jerawat bukan solusi terbaik dan malah dapat membuat kulit Anda lebih parah," ujarnya.

Dia mengibaratkan bahwa jerawat seperti tas kecil di bawah kulit yang mengandung minyak, bakteri, dan memiliki potensi mengalami peradangan. Karena itu, dengan memencetnya dapat mengakibatkan isi jerawat didorong ke dalam kulit di sekitarnya, sehingga membuat masalah lebih buruk dan dapat menyebabkan infeksi dan penggelapan di daerah itu.

"Peradangan dapat menjadi begitu buruk dan meninggalkan jaringan parut saat jerawat akhirnya mereda. Jaringan parut tidak seperti jerawat, karena dia bisa permanen," ungkapnya.

Jika Anda menahan keinginan untuk memencet, jerawat biasanya akan sembuh dalam waktu sekitar seminggu tanpa meninggalkan bekas luka. Isi jerawat juga akan hilang atau kering dengan sendirinya.