Perusahaan Boneka Barbie Ciptakan Boneka Ilmuwan Vaksin Profesor Sarah Gilbert

Senin, 9 Agustus 2021 10:14
Perusahaan Boneka Barbie Ciptakan Boneka Ilmuwan Vaksin Profesor Sarah Gilbert

Sooperboy.com - Perusahaan pembuat boneka Barbie, Mattel Inc., telah menciptakan boneka salah satu ilmuwan perempuan yang membantu menciptakan vaksin Oxford/AstraZeneca, dengan harapan dapat menginspirasi setiap remaja puteri untuk memasuki karir di bidang sains, teknologi, teknik, atau matematika (STEM).

Menurut Sky News, Senin 9 Agustus 2021, Profesor Dame Sarah Gilbert telah dihormati sebagai 'Model Barbie Berpengaruh' untuk pekerjaannya di Universitas Oxford dan untuk perannya sebagai pemimpin proyek dalam pembuatan vaksin Oxford/AstraZeneca yang sekarang digunakan di banyak negara di seluruh dunia untuk melawan Covid-19.

Profesor Gilbert berkata: "Saya bersemangat untuk menginspirasi generasi perempuan berikutnya ke dalam karir STEM dan berharap anak-anak yang melihat boneka Barbie saya akan menyadari betapa pentingnya karir dalam sains, untuk membantu dunia di sekitar kita."

"Keinginan saya adalah boneka saya akan menunjukkan kepada anak-anak karier yang mungkin tidak mereka sadari, seperti menjadi seorang ahli vaksin," katanya.

Profesor Gilbert tak hanya terkenal sebagai penemu vaksin Oxford/AstraZeneca. Tapi juga terkenal karena ketulusannya melepas hak patennya atas vaksin itu karena tujuannya selama pandemi ini bukan mencari uang sebanyak-banyaknya, tapi menyelamatkan nyawa manusia sebanyak-banyaknya.

Akibat karena tak mau mengklaim temuan hak patennya atas vaksin Oxford/AstraZeneca, vaksin ini dijual paling murah di seluruh dunia dibanding vaksin lain.

Vaksin Sinovac misalnya dijual Rp 240 ribu per dosis. Harga vaksin Pfizer adalah Rp 333 ribu per dosis, dan harga vaksin Moderna harganya Rp 430 ribu per dosis. Sementara vaksin Oxford/AstraZeneca cuma dijual U$ 3 atau Rp 44 ribu per dosis sehingga terjangkau oleh negara miskin dan negara berpendapatan menengah. Padahal keampuhannya setara dengan vaksin mahal lainnya.

Karena kemurahan hatinya ini Profesor Gilbert mendapat gelar bangsawan "Dame" dari Ratu Inggris, dan belum lama ini mendapat standing ovation atau tepuk tangan penghormatan sambil berdiri dari penonton saat pertandingan kejuaraan tenis Wimbledon 2021 yang videonya kemudian viral.

Bersama Prof Gilbert, pabrik boneka Barbie juga memberikan penghormatan kepada lima perempuan lain yang telah bekerja selama pandemi Covid-19.

Mereka adalah:

-Perawat ruang gawat darurat Amy O'Sullivan, yang merawat pasien COVID-19 pertama di Rumah Sakit Wycoff di Brooklyn, New York.

-Dr Audrey Cruz, seorang pekerja garis depan dari Las Vegas yang bergabung dengan dokter Asia-Amerika lainnya untuk melawan bias dan diskriminasi rasial.

-Dr Chika Stacy Oriuwa, seorang residen psikiatri di University of Toronto, Kanada, yang menganjurkan melawan rasisme sistemik dalam perawatan kesehatan.

-Peneliti biomedis Dr Jacqueline Goes de Jesus, yang dipercaya memimpin pengurutan genom varian COVID-19 di Brasil.

-Dr Kirby Whitby yang ikut mendirikan 'Gowns for Doctors', hazmat yang dapat dicuci dan digunakan kembali.

Barbie juga memberikan donasi ke organisasi pilihan Prof Gilbert, Women in Science and Engineering, yang menjalankan sumber daya penjangkauan yang dibuat untuk menginspirasi para gadis agar mempertimbangkan karier di STEM.

Di Inggris, boneka model Barbie sebelumnya termasuk penyiar Clara Amfo, wanita tercepat dalam sejarah Inggris Dina Asher-Smith, juara pemain skateboard Sky Brown, model dan aktivis Adwoa Aboah, dan petinju wanita Nicola Adams. (eha)

Baca juga:

Setengah Juta Hiu Kemungkinan Bakal Dibunuh untuk Mendapatkan Vaksin Virus Corona

Prediksi Virus Corona Tahun 2021, Paranormal Terkemuka: Vaksin Berhasil