Dipecat karena Absen Kerja di Hari Minggu, Tukang Cuci Piring Menang Gugatan Rp 170 M

Selasa, 22 Januari 2019 13:02
Dipecat karena Absen Kerja di Hari Minggu, Tukang Cuci Piring Menang Gugatan Rp 170 M

Sooperboy.com - Seorang wanita yang bekerja sebagai tukang cuci piring di sebuah hotel Miami, Amerika Serikat, diputuskan hakim mendapat uang ganti rugi U$ 21 juta atau Rp 170 miliar karena dipaksa bekerja pada hari Minggu.

Menurut Sky News, Selasa 22 Januari 2019, Marie Jean Pierre dipecat pada bulan Maret 2016 lalu dari Conrad Miami Hotel karena absen pada enam hari Minggu karena dia menghadiri ibadah di Gereja Baptis Betel, Miami.

Wanita berusia 60 tahun yang berasal dari Haiti ini, telah bekerja di hotel selama lebih dari satu dekade dan sebelumnya dia tidak pernah dipaksa bekerja pada hari Minggu.

Sebagai seorang Kristen yang taat, dia sempat mengatakan kepada majikannya dia tidak bisa bekerja pada hari Minggu karena kepercayaan agamanya.

"Saya mencintai Tuhan. Tidak ada pekerjaan pada hari Minggu, karena hari Minggu saya menghormati Tuhan," kata wanita itu.

Menurut pengacaranya, Marc Brumer, selama satu dekade wanita itu tidak pernah dijadwalkan bekerja pada hari Minggu tetapi mereka kemudian "menjebaknya untuk absen."

Hotel tempat dia bekerja, yang kemudian dikelola oleh Hilton Hotels, kemudian digugat wanita itu ke pengadilan, dengan alasan bahwa haknya telah dilanggar berdasarkan Undang-Undang Hak Sipil 1964, yang melindungi pekerja dari diskriminasi berdasarkan ras, agama, jenis kelamin atau asal negara.

Dewan juri pada persidangan itu kemudian menyimpulkan bahwa dia harus diberikan uang ganti rugi sebesar U$ 21juta atau Rp 170 miliar, ditambah $ 35.000 atau Rp 498 juta dalam bentuk upah dan U$ 500.000 atau Rp 7,1 miliar untuk rasa sakit secara emosional dan penderitaan mentalnya.

Pengacaranya mengatakan: "Mereka mempekerjakannya... dan mereka sebelumnya bisa menampung keberatannya, tetapi alih-alih melakukan itu, mereka kemudian menjebaknya untuk absen dan memecatnya."

"Dia seorang prajurit Kristus. Dia melakukan ini untuk semua pekerja lain yang didiskriminasi," kata pengacaranya.

Hotel tempat wanita itu bekerja mengatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Sebuah pernyataan dari Hilton Hotels mengatakan: "Selama 10 tahun Pierre bekerja di otel, beberapa konsesi telah dibuat untuk mengakomodasi komitmen pribadi dan keagamaannya."

Brumer mengatakan bahwa masalahnya "bukan tentang uang." tetapi tentang mengirim pesan ke perusahaan bahwa "berapa pun besar ukuran Anda, jika Anda akan mengambil darah dan keringat pekerja Anda, Anda lebih baik mengakomodasi mereka atau membiarkan mereka setidaknya percaya dalam keyakinan agama mereka." (eha)

Baca juga:

Dipecat karena Tonton Film Porno, Karyawan Ini Gugat Balik dan Menang

Dianggap Terlalu Cantik, Pekerja TV Ini Dipecat

Google Pecat Karyawan Pria Anti Keberagaman

Pegawai Restoran Dipecat karena Tak Pakai Bra Saat Bekerja

Seorang Guru Dipecat karena Ketahuan Mantan Bintang Porno