Pengangguran Habiskan Rp 27,9 M untuk Hura-hura karena Kesalahan Bank

Selasa, 13 Desember 2016 13:15
Pengangguran Habiskan Rp 27,9 M untuk Hura-hura karena Kesalahan Bank

Sooperboy.com - Seorang pria 29 tahun dari Australia yang tahun lalu dipenjara karena dakwaan penipuan akhirnya dibebaskan, setelah tuduhan dia dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi New South Wales.
 
Menurut The Daily Telegraph, sebelumnya Luke Moore dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara setelah dituduh melarikan jutaan dolar dalam bentuk utang, dan menghabiskannya untuk membeli mobil mewah, liburan elit, karya seni dan membeli perahu mahal.

Pada saat polisi menangkapnya, dia sudah memiliki utang hingga U$ 2,1 juta atau Rp 27,9 miliar.
 
Moore membuka rekening pada Bank St George Australia pada tahun 2010, ketika dia berusia 22 tahun.

Dalam kondisi menganggur dan mencoba mencari untung, setelah satu tahun ia membuat overdraft senilai A$ 9.000 atau Rp 89 juta. Ia kemudian melanjutkan untuk menarik dan mengeluarkan uang, setelah dia sadari, pada dasarnya overdraft tidak terbatas.

Menurut Wikipedia, overdraft terjadi ketika uang yang ditarik dari rekening bank dan saldo yang tersedia berjalan di bawah nol. Dalam situasi ini akun tersebut dikatakan "tekor".

Jika ada perjanjian sebelumnya dengan penyedia akun untuk overdraft, dan jumlah yang tekor adalah dalam batas overdraft yang berwenang, maka bunga biasanya dibebankan pada tingkat yang disepakati. Jika saldo negatif melebihi ketentuan yang telah disepakati, maka biaya tambahan mungkin dibebankan dan suku bunga yang lebih tinggi mungkin berlaku.

Entah mengapa, Moore segara paham, bahwa overdraft bisa ditarik tanpa batas karena kecerobohan bank. Maka dia pun menggunakannya untuk hura-hura dengan uang yang terus dia tarik tanpa batas.

Ia pun kemudian berfoya-foya, dengan berlibur ke Thailand dan Gold Coast. Ia juga membeli album yang ditanda-tangani Bob Dylan dan Michael Jackson. Membeli perahu Stessi seharga 32.000 pound atau Rp 538 juta, sebuah mobil Aston Martin seharga 54.000 pound atau Rp 910 juta dan sebuah mobil Maserati seharga 100.000 pound atau Rp 1,6 miliar.

Polisi akhirnya dipanggil setelah bank baru menyadari Moore sudah berutang Rp 27,9 miliar.

Ia pun dihukum karena memperoleh keuntungan finansial dengan penipuan dan berurusan dengan hasil kejahatan, tapi sekarang Moore bebas.

Dia mengatakan ke Australia Daily Telegraph, kini dia "menyesuaikan kembali ke kehidupan nyata." Ia kini tinggal bersama ibunya di Goulbrun, New South Wales, dan kini tengah belajar jadi pengacara kriminal.

Dalam putusan banding bulan lalu, Hakim Mark Leeming mengatakan Moore telah bertindak "sangat bodoh" tetapi dia tidak menipu bank.

Hakim mengatakan bank telah mencatat utang Moore dengan lengkap dan detil. Termasuk utang yang terus membengkak. Kesalahannya adalah di bank karena memberi overdraft tanpa batas.

Meskipun Moore mengatakan tidak akan melakukannya lagi, tetapi dia mengaku terkadang merindukan "penari telanjang dan mobil cepat."

Ia kini harus mengendarai mobil kotak sederhana dengan merek Falcon, tetapi menurutnya "saya tetap bahagia karena saya sudah menyadari keluarga dan teman-teman adalah harta terbesar saya." (eha)

Baca juga:

Pria Merampok Bank karena Merasa Penjara Lebih Baik dari Istrinya

Ini Bank Dengan Cita Rasa Coffee Shop

Pegawai Bank Cantik Ini Alih Profesi Jadi Bintang Porno

Yelle, Pemimpin Wanita Pertama Bank Sentral AS