Karena Aplikasi Kencan, Seorang Pria Diajak Bercinta oleh 1.100 Pria

Rabu, 26 April 2017 09:09
Karena Aplikasi Kencan, Seorang Pria Diajak Bercinta oleh 1.100 Pria

Sooperboy.com - Bagi orang sibuk yang tak sempat mencari jodoh, aplikasi kencan buta memang menjadi pilihan. Hanya perlu mengunggah foto dan data pribadi, Anda sudah bisa mulai mencari jodoh.

Begitu pula bagi kaum lesbin, gay, biseks dan transgender atau LGBT, meskipun sudah ramai menampakan diri di kalangan masyarakat, masih ada segelintir dari mereka yang secara sembunyi-sembuyi menggunakan aplikasi macam ini untuk mendapatkan jodoh.

Adalah Grindr, sebuah aplikasi kencan ini khusus bagi pria yang suka sesama jenis atau pria biseksual untuk mendapatkan jodoh atau sekadar teman kencan. Namun, apa jadinya jika aplikasi ini dijadikan sarana untuk membalas dendam?

Mengutip dari CNN, Rabu, 26 April 2017, seorang pria bernama Matthew Herrick diserbu oleh 1.100 pria yang datang ke rumah dan kantornya untuk melakukan hubungan seks hanya dalam tempo lima bulan belakangan ini.

Merasa aneh dan curiga, Herrick menduga bahwa ini adalah aksi balas dendam mantan pacarnya yang dulu dipertemukan oleh aplikasi tersebut.

Setelah merasa hilang kesabaran, akhirnya Herrick mengadukan masalah ini pada pihak Grindr. Mantan pacar Herrick diduga telah membuat akun palsu sejak Oktober 2016. Akun tersebut berisi foto dan data pribadi milik Herrick, termasuk beberapa data palsu seperti klaim bahwa dia positif HIV.

Sang mantan yang tidak diketahui namanya itu diduga mengundang pria ke apartemen Herrick dan restoran tempat dia bekerja. Terkadang sebanyak 16 orang asing setiap hari akan datang untuk mencari Herrick.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan penting di media sosial mengenai peniruan identitas, penguntitan, dan pelecehan.

Sebelumnya, Grindr pernah terseret tuntutan yang diajukan oleh seorang pria yang ditangkap karena melakukan hubungan seksual dengan anak di bawah umur yang dia temui di aplikasi tersebut.

Ketentuan layanan Grindr menyatakan bahwa akun peniruan identitas tidak diizinkan, namun nyatanya masih banyak akun fiktif di Grindr.

Hingga saat ini proses pengadilan antara Herrick dan Grindr masih berlangsung di pengadilan negara bagian New York sejak bulan Januari, tapi kasus tersebut dipindahkan ke pengadilan federal atas permintaan Grindr pada bulan Februari.

Menanggapi kasus ini pihak Grindr dan pengacaranya menolak berkomentar. Begitupun dengan mantan dari korban yang membantah telah membuat akun palsu dan menolak berkomentar lebih jauh. (eha)

Baca juga:

Jomblo? Pertama di Indonesia Aplikasi Sewa Pasangan Online!

Berbahagialah, Ada Aplikasi Baru Bantu Anda Atasi Ejakulasi Dini

5 Sosok Atlet Dunia yang Ternyata Homoseksual

4 Faktor Penyebab Wanita Menjadi Lesbian

Yakin Mereka Lesbian? Pasangan ini Sejatinya Adalah Pria


Download lagu terbaru