Demam Memperbesar Penis Jadi Epidemik Berbahaya di Negara Ini

Kamis, 18 April 2019 13:03
Demam Memperbesar Penis Jadi Epidemik Berbahaya di Negara Ini

Sooperboy.com - Akule Danlop, seorang ahli bedah yang bekerja di rumah sakit ibu kota negara Papua Nugini, Port Moresby, mengatakan  bahwa selama dua tahun terakhir, kliniknya telah merawat sedikitnya 500 pria dengan cacat dan disfungsi penis akibat suntikan.

Menurut Daily Star, Kamis 18 April 2019, dia berkata: “Saya telah melihat lima kasus baru setiap minggu selama dua tahun terakhir dan ini adalah kasus-kasus yang telah diajukan untuk perawatan."

"Kami tidak tahu berapa banyak dari mereka di luar sana," ujarnya.

"Saya hanya melihatnya tujuh hari ini," katanya.

Berbagai zat telah disuntikkan oleh ahli kecantikan ilegal dalam upaya untuk memberikan pasien kejantanan yang lebih mengesankan. Zat itu termasuk minyak kelapa, minyak bayi, silikon dan minyak goreng.

Tak satu pun dari zat-zat ini yang cocok untuk digunakan ke penis dan cara ini telah menimbulkan efek samping mengerikan.

Danlop mengatakan dia secara pribadi telah mengoperasi sekitar 90 pria yang menderita efek samping serius dari perawatan pembesaran penis.

“Sebagian besar dari mereka memiliki massa yang abnormal dan kental yang tumbuh di atas penis dan kadang-kadang melibatkan skrotum. Sejumlah besar datang dengan borok,” kata Danlop.

"Beberapa dari mereka mengalami kesulitan buang air kecil karena kulupnya bengkak sehingga tidak bisa berkontraksi," ujarnya.

Danlop mengakui bahwa dalam hampir semua kasus, mereka menyesal telah melakukan prosedur pembesaran penis. Orang yang bertanggung jawab cenderung adalah perawat laki-laki yang menghasilkan sedikit uang ekstra di luar pekerjaan normal mereka di sana.

Dia mengatakan bahwa, ketika dia melihat orang-orang setiap hari datang dengan kondisi mengerikan seperti kanker yang membutuhkan perawatan segera, dia merasa frustrasi harus berurusan dengan apa yang dia lihat sebagai masalah 'yang ditimbulkan sendiri.'

Danlop bekerja dengan dokter-dokter lain di Papua Nugini untuk menentukan mengapa kegilaan pembesaran penis tiba-tiba muncul, dan apakah pornografi mungkin merupakan akarnya.

Glen Mola, seorang profesor kesehatan reproduksi, kebidanan dan ginekologi di Universitas Papua Nugini, mengatakan banyak pria sedang "ditipu" ke dalam praktik pembesaran penis.

Dia berkata: "Saya tidak berpikir masalah itu terutama di sini [Papua Nugini].

"Di setiap masyarakat, remaja dan remaja putra memiliki sesuatu bayangan tentang penis mereka," ujarnya.

Akibatnya demam pembesaran penis menimbulkan dampak mengerikan. (eha)

Baca juga:

Pemilik Penis Terpanjang di Dunia Ditawari Main Film Porno

Bintangi Film Porno, Pemilik Penis Bionik Dibayar Rp 13,4 Milyar

Dokter Digugat Setelah Penis Pria Ini Berkurang 7,6 Cm Pasca-operasi

Pria Kulit Hitam Jalani Transplantasi Penis Pria Kulit Putih

Pria Bugil Potong Penis Sendiri di Tengah Jalan Kota