Tragis, Tengah Asyik Main Pokemon Go Pria Ini Tewas Ditembak

Senin, 8 Agustus 2016 15:39
Tragis, Tengah Asyik Main Pokemon Go Pria Ini Tewas Ditembak

Sooperboy.com - Polisi mengatakan seorang pria berusia 20 tahun tewas setelah ditembak di taman Aquatic Park, San Fransisco, Sabtu malam.

Menurut laman abc7news.com, Senin 8 Agustus 2016, pria itu diidentifikasi sebagai Calvin Riley. Sepupunya mengatakan ia ditembak saat bermain Pokemon Go dengan sekelompok orang di taman.

Polisi segera memasang tanda polisi di lokasi kejadian ketika peluru menembus tubuh pemuda itu. Menurut polisi, Riley sempat menerima pertolongan pertama tetapi tak terselamatkan hingga kemudian meninggal dunia.

Seorang temannya mengatakan Riley dan temannya yang lain sempat melihat seorang yang mencurigakan tengah menonton dari atas bukit yang menghadap taman. Tapi, saat itu sudah gelap, sementara Riley dan temannya lebih banyak melihat ke arah bawah, ke arah ponsel mereka, karena tengah asyik bermain Pokemon Go.

Riley meninggal dalam sebuah aksi yang disebut keluarga dan temannya sebagai sebuah serangan acak. "Dari apa yang kami tahu, tidak ada bentrokan fisik.  Ini jelas tidak masuk akal, pelaku datang dan menembak dari arah belakang sebelum lari tanpa sebab yang jelas," kata teman keluarga korban, John Kirby.

Kirby adalah salah satu teman dekat keluarga korban. Ia menjadi juru bicara keluarga korban karena orang tuanya terlalu shok untuk bicara pada wartawan.

"Ada sekelompok besar orang tengah bermain Pokemon, dan kemudian Calvin Riley dan temannya ikut bermain juga. Riley sudah mendapat beberapa monster dan dia pun pergi ke sebuah sudut taman (untuk mencari monster)," kata Kirby.

Kirby mengatakan ada pasangan yang melihat seseorang mengawasi mereka. "Kemudian ketika seorang teman mendatangi sudut taman ia mendengar suara tembakan, ia melihat Riley jatuh. Dan pelakunya langsung lari," katanya.

Asisten Managemen National Park Service, Lynn Cullivan, juga menyesalkan tragedi tertembaknya Riley. "Yah itu tentu saja sebuah tragedi. Maksud saya, taman ini adalah tempat untuk orang bersenang-senang dan berekreasi dan kami ingin orang merasa aman dan bahagia di taman kami," kata Cullivan.

Riley adalah alumnus Serra High School di San Mateo dan bermain untuk tim bisbol San Joaquin Delta College. "Ini adalah kerugian besar bagi semua orang. Dia anak yang baik, juga pemain yang berbakat," kata pelatih kepala San Joaquin Delta College, Reed Peters.

Tewasnya Riley membuat kepedihan tersendiri bagi pihak keluarga. Sebab, keluarga ini memutuskan pindah ke Bay Area dari kawasan Pantai Timur, dengan alasan kawasan lama itu adalah kota dengan kejahatan tinggi.

Keluarga Riley pindah dengan tujuan mendapat kehidupan yang lebih baik dan aman. Tapi, ternyata mereka memperoleh sebaliknya.

Polisi setempat kini masih menyelidiki pelaku dan motif penembakan yang menewaskan Riley. (eha)