Setelah Meleset, Pria Ini Kembali Ramalkan Kiamat di Bumi Terjadi Bulan Depan

Selasa, 26 September 2017 14:16
Setelah Meleset, Pria Ini Kembali Ramalkan Kiamat di Bumi Terjadi Bulan Depan

Sooperboy.com - Seorang pria telah membuat geger dan kehebohan. Semula dia meramal kiamat akan terjadi pada tanggal 23 September 2017, tapi ramalannya meleset.

Namun dia tak kapok. Dia masih meramalkan hari kiamat baru yang jatuhnya bulan Oktober depan.

Menurut The Washington Post, Selasa 26 September 2017, dunia sudah terbukti tidak berakhir pekan ini seperti ramalan pria itu.

Namun, bagi David Meade, seorang yang mengklaim dirinya sebagai "spesialis dalam penelitian dan penyelidikan," mengatakan itulah yang dia harapkan.

Sekarang dia memusatkan perhatian pada tanggal lain, 15 Oktober 2017, yang dia klaim sebagai awal dari penghancuran dunia.

Itu adalah "tanggal paling penting abad ini atau milenium ini," tulis Meade di situsnya.

Dia mengklaim, aksi penghancuran dunia dimulai pertengahan bulan depan, ketika dunia akan memasuki periode tujuh tahun yang disebut masa lalu, keyakinan evangelis yang cukup luas dipercaya bahwa selama tujuh tahun, peristiwa bencana akan mendatangkan malapetaka di bumi.

"Tunggu dan lihat --tunggu sampai pertengahan Oktober dan saya percaya Anda tidak akan kecewa," tulis Meade, sebelum melanjutkan mempromosikan buku barunya, yang dia klaim memiliki semua detail hari kiamat itu.

"Anda tidak perlu terlalu lama membacanya," tambahnya.

Meade telah mendapatkan cukup banyak publisitas secara online ketika menjajakan teori yang ditolak secara luas bahwa sebuah planet bernama Nibiru tengah berada dalam jalur menuju Bumi.

Ketika Nibiru melewati planet Bumi akhir tahun ini, kata Meade, gempa bumi, letusan gunung berapi, gelombang pasang dan malapetaka lainnnya akan terjadi.

Prediksi lain mengklaim bahwa Nibiru akan menabrak Bumi pada 23 September 2017, meski Meade mengklarifikasi bahwa dia tidak pernah mengatakan itu akan terjadi.

Badan Antariksa AS, NASA, telah berulang kali menolak klaim tersebut dan menyebutnya sebagai tipuan atau hoax.

"Planet yang disebut Nibiru tidak pernah ada, jadi tidak akan ada benturan... Kisah Nibiru telah ada selama bertahun-tahun dan secara berkala didaur ulang menjadi dongeng apokaliptik baru," kata NASA di situsnya.

Meade sebelumnya telah menarik perhatian pada 23 September, dengan mengatakan bahwa sebuah rasi -sebuah tanda yang dinubuatkan di dalam Kitab Wahyu- akan mengungkapkan dirinya di langit di atas Yerusalem, menandakan awal akhir dunia seperti yang kita ketahui.

Dia mengklaim di situsnya bahwa ada "tanda-tanda utama" di langit hari itu, meski dia tidak menjelaskannya.

Robert Joustra, seorang profesor studi internasional di Redeemer University College di Ontario, Kanada, mengatakan bahwa mereka yang terlibat dalam klaim apokaliptik atau hari kiamat sering mengandalkan informasi arus utama, seperti Kitab Wahyu. Tetapi banyak juga yang menemukan referensi yang tidak jelas dalam Alkitab untuk membuat prediksi.

Meade, misalnya, mengatakan bahwa dia mendasarkan ramalannya pada ayat-ayat Alkitab dan kode numerik. Sebuah biografi singkat di sebuah situs web yang disebut Planet X News mengatakan bahwa Meade menyukai "menghubungkan sains dan Alkitab," dan dia meyakini Nibiru, yang juga dia sebut Planet X, adalah "pernikahan yang sempurna dari keduanya."

Ed Stetzer, seorang profesor dan Direktur Eksekutif Pusat Penginjilan Billy Graham dari Wheaton College, mengatakan sebelumnya bahwa walaupun jumlahnya memiliki arti penting dalam Alkitab, mereka seharusnya tidak digunakan untuk membuat prediksi tentang gerakan planet dan nasib Bumi.

"Kami percaya beberapa hal aneh," kata Stetzer kepada The Washington Post minggu lalu. "Bahwa Yesus akan kembali, bahwa Ia akan membuat segalanya benar di dunia ini, namun tidak ada yang tahu hari atau jamnya."

Tapi, siapa bisa mencegah Meade menyebarkan teori kiamatnya --dan dipercaya-- selain sebuah akal sehat? (eha)

Baca juga:

Pria Ini Klaim Dapat Ramalkan Nasib Wanita dengan Menyentuh Dadanya

10 Komik Ini Terbukti Bisa Meramalkan Masa Depan

Pohon Besar Runtuh Sesaat Setelah Pria Ini Meramalkannya Bakal Roboh