Pengepungan Area 51 Bermula dari Lelucon, Tapi Aparat Siapkan Kekuatan Mematikan

Jumat, 29 Oktober 2021 10:15
Pengepungan Area 51 Bermula dari Lelucon, Tapi Aparat Siapkan Kekuatan Mematikan

Sooperboy.com - Ketika seorang penggemar UFO mengunggah sebuah acara di Facebook tentang "penyerbuan" pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai Area 51, dia bersungguh-sungguh memulai sebagai lelucon.

Namun, itu bukan bahan tertawaan bagi penegak hukum federal dan negara bagian, yang menyiapkan respons kekuatan mematikan untuk mencegah orang yang bersuka ria melanggar area terlarang, menurut catatan yang terungkap baru-baru ini.

Menurut Live Science, Jumat 29 Oktober 2021, Area 51 adalah instalasi Angkatan Udara AS di Danau Groom Nevada selatan, dataran garam sekitar 129 kilometer barat laut Las Vegas.

Selama beberapa dekade, lokasi pangkalan yang terpencil dan akses terbatas telah memicu spekulasi tentang pejabat militer yang melakukan eksperimen rahasia pada makhluk luar angkasa di sana, dan menyimpan bukti alien dan UFO.

Masyarakat umum dilarang mengunjungi Area 51. Tetapi selama musim panas 2019, saat sebuah acara yang diunggah di Facebook berjudul "Strom Area 51, Mereka Tidak Dapat Menghentikan Kita Semua" (sekarang uanggahan itu dihapus), menarik hampir 2 juta orang untuk mendaftar penggerebekan di pangkalan itu pada 20 September 2019.

Skala besar dari acara yang diusulkan itu menimbulkan kekhawatiran di tingkat aparat keamanan lokal dan federal, menurut catatan komunikasi pemerintah yang baru-baru ini diperoleh majalah Rolling Stone. Lusinan lembaga penegak hukum memobilisasi dan menyiapkan tanggapan terhadap serangan yang diusulkan, termasuk "penggunaan kekuatan mematikan otomatis," lapor Rolling Stone edisi 17 Oktober 2021.

Rencana untuk "Strom Area 51", menurut unggahan di Facebook, adalah agar para peserta berkumpul di gurun Nevada dekat Area 51, memenuhi gerbang masuk saat matahari terbit dan kemudian, begitu masuk, "melihat alien" dan mungkin melakukan penyelamatan mahluk luar angkasa.  

Matty Roberts, yang saat itu seorang mahasiswa berusia 20 tahun di Bakersfield, California, membuat unggahan itu di Facebook pada 27 Juni 2019, dan mengklaim "itu benar-benar lelucon sejak awal," kata Roberts kepada BBC pada 13 September 2019.

Tapi lembaga penegak hukum tidak geli, dan mereka sungguh-sungguh mempersiapkan respon mematikan.

"Sebagian tertentu dari peserta mungkin bersenjata dan berharap terjadi konflik bersenjata," tulis rencana operasional Divisi Investigasi Keamanan Publik Departemen Nevada untuk acara "Strom Area 51".

Dokumen tahun 2019 diperoleh oleh kelompok transparansi pemerintah nonpartisan, Property of the People, dan kemudian dibagikan ke majalah Rolling Stone. Ratusan halaman itu lengkap merinci rencana lembaga penegak hukum, laporan situasi, deskripsi transportasi untuk karyawan Area 51, dan peta semua pintu masuk, demikian Rolling Stone melaporkan.

Dokumen itu juga menggambarkan upaya beberapa YouTuber yang tidak disebutkan namanya untuk melacak karyawan saat mereka masuk dan meninggalkan pangkalan, menurut laporan Rolling Stone.

Bahkan jika sebagian besar peserta "Strom Area 51" tidak secara serius berencana untuk menyerang situs militer yang dibatasi, "ada potensi kelompok teroris domestik dan asing untuk memanfaatkan acara ini untuk menguji keamanan situs keamanan nasional yang sensitif dengan menyusup ke kelompok yang berencana menyerbu fasilitas itu," tulis rencana itu.

Kondisi keras di gurun Nevada –ancaman kebakaran hutan, kekurangan air dan fluktuasi suhu yang ekstrim– dapat memperburuk situasi yang sudah bergejolak, menabur kepanikan dan meningkatkan kemungkinan timbul “korban massal,” menurut laporan itu.

Pada akhirnya, minat netizen untuk menyerbu pangkalan mereda, dan Roberts membatalkan acara "Storm Area 51" pada sembilan hari tersisa. Sebagai alternatif, dia mendesak orang untuk mengunjungi "Alienstock", festival perayaan UFO di Las Vegas. Namun, beberapa ribu orang masih berkumpul di kota Rachel, Nevada, sekitar 20 menit berkendara dari pintu masuk Area 51, pada hari yang ditentukan.

Namun, untungnya sebagian besar kerumunan massa yang berkumpul sibuk mendokumentasikan kehadiran mereka untuk pemirsa di YouTube dan Instagram, dan tidak ada yang mendobrak gerbang untuk menemukan bukti tersembunyi UFO. (eha)

Baca juga:

Setengah Juta Orang Bersiap Geruduk Area 51, Markas Alien di AS

Serbu Markas Alien di "Storm Area 51," Pengunjung Bakal Sulit Akses Internet

Puluhan Orang Berkumpul di Gerbang Area 51, Tapi Mereka Belum Menemukan Alien

Militer Minta Maaf Usai Ancam Bom Kaum Milineal Penyerbu Markas Alien di Area 51